5 Perbedaan Multimeter Digital dan Analog yang Perlu Diketahui
Share

Alat ukur listrik tersedia dalam beberapa jenis dengan karakteristik yang berbeda. Untuk menentukan pilihan yang tepat, penting memahami perbedaan multimeter analog dan digital agar alat yang digunakan sesuai dengan jenis pekerjaan dan kebutuhan pengukuran.
Selain memiliki cara pembacaan yang berbeda, kedua jenis multimeter juga menawarkan tingkat akurasi, fitur, serta kemudahan penggunaan yang tidak sama. Memahami kelebihan dan kekurangannya kamu dapat memilih multimeter dengan lebih tepat.
Perbedaan Multimeter Digital dan Analog

Picture by Canva.com
Meskipun sama-sama berfungsi sebagai alat ukur listrik, multimeter analog dan digital memiliki beberapa perbedaan yang memengaruhi cara penggunaan maupun hasil pengukurannya. Berikut beberapa aspek yang membedakan keduanya.
1. Tampilan Hasil Pengukuran
Perbedaan paling mudah dikenali terletak pada tampilan hasil pengukuran. Multimeter analog menggunakan jarum penunjuk pada skala ukur, sedangkan multimeter digital menampilkan hasil dalam bentuk angka pada layar LCD sehingga lebih mudah dibaca dan mengurangi risiko kesalahan pembacaan.
2. Tingkat Akurasi
Dari segi akurasi, multimeter digital umumnya memberikan hasil yang lebih presisi dibandingkan multimeter analog. Sementara itu, pembacaan pada multimeter analog bergantung pada posisi jarum sehingga membutuhkan ketelitian lebih agar hasil yang diperoleh tetap akurat.
3. Kemudahan Penggunaan
Pengoperasian multimeter digital cenderung lebih praktis karena hasil pengukuran dapat langsung dibaca pada layar. Sebaliknya, penggunaan multimeter analog memerlukan pemahaman terhadap skala ukur sehingga kurang praktis bagi pengguna yang masih pemula.
4. Fitur Pengukuran
Selain mengukur tegangan, arus, dan hambatan, banyak multimeter digital telah dilengkapi fitur tambahan seperti pengujian dioda, kontinuitas, kapasitansi, frekuensi, hingga auto range. Sementara itu, fitur pada multimeter analog umumnya lebih terbatas.
5. Harga dan Perawatan
Multimeter analog umumnya memiliki harga yang lebih terjangkau karena konstruksinya lebih sederhana. Sebaliknya, multimeter digital tersedia dalam berbagai pilihan harga sesuai fitur dan tingkat akurasinya. Selain itu, alat ini memerlukan perawatan baterai agar tetap berfungsi dengan baik.
Kelebihan dan Kekurangan Multimeter Digital

Multimeter digital menjadi pilihan yang paling banyak digunakan karena menawarkan kemudahan pembacaan dan berbagai fitur tambahan. Meski demikian, alat ini juga memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diketahui.
Kelebihan Multimeter Digital
Tampilan angka pada layar LCD membuat hasil pengukuran lebih mudah dibaca dengan tingkat akurasi yang tinggi. Selain itu, beberapa model dilengkapi fitur seperti auto range, pengujian dioda, kontinuitas, pengukuran kapasitansi, hingga data hold yang membuat proses pengukuran lebih praktis.
Kekurangan Multimeter Digital
Harga multimeter digital umumnya lebih tinggi dibandingkan multimeter analog, terutama pada model dengan fitur yang lebih lengkap. Selain itu, alat ini memerlukan baterai sebagai sumber daya sehingga hasil pengukuran dapat terpengaruh apabila kondisi baterai mulai lemah.
Baca juga: Kenali Bagian-Bagian Multimeter Digital dan Cara Menggunakannya
Kelebihan dan Kekurangan Multimeter Analog

Picture by Canva.com
Meskipun sudah banyak digantikan oleh multimeter digital, multimeter analog masih digunakan pada beberapa pekerjaan tertentu. Memahami kelebihan dan kekurangannya dapat membantu menentukan apakah alat ini sesuai dengan kebutuhan pengukuran.
Kelebihan Multimeter Analog
Multimeter analog mampu menunjukkan perubahan nilai listrik secara langsung melalui pergerakan jarum, sehingga lebih mudah mengamati fluktuasi tegangan atau arus. Selain itu, konstruksinya relatif sederhana dan umumnya memiliki harga yang lebih terjangkau.
Kekurangan Multimeter Analog
Pembacaan hasil ukur membutuhkan ketelitian karena pengguna harus menyesuaikan posisi jarum dengan skala yang tersedia. Dibandingkan multimeter digital, tingkat akurasinya cenderung lebih rendah, fiturnya lebih terbatas, serta lebih rentan terjadi kesalahan pembacaan.
Baca juga: Multimeter: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Tips Memilihnya
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menggunakan Multimeter

Penggunaan multimeter perlu dilakukan dengan benar agar hasil pengukuran tetap akurat dan alat tidak mengalami kerusakan. Beberapa kekeliruan berikut sering terjadi, terutama bagi pengguna yang masih baru menggunakan multimeter.
Salah Memilih Mode Pengukuran
Pastikan mode pengukuran yang dipilih sesuai dengan besaran listrik yang akan diukur, seperti tegangan, arus, atau hambatan. Pemilihan mode yang tidak tepat dapat menyebabkan hasil pengukuran tidak akurat, bahkan berisiko merusak multimeter maupun komponen yang sedang diperiksa.
Salah Memasang Probe
Probe harus dipasang pada terminal yang sesuai dengan jenis pengukuran. Kesalahan pemasangan dapat menghasilkan pembacaan yang keliru dan, pada pengukuran arus, berpotensi menyebabkan kerusakan pada alat atau fuse.
Melebihi Batas Pengukuran
Mengukur tegangan atau arus yang melebihi kapasitas maksimum multimeter dapat merusak fuse maupun komponen internal. Sebelum melakukan pengukuran, selalu periksa batas ukur pada spesifikasi alat agar penggunaan tetap aman.
Kesimpulan
Memahami perbedaan multimeter analog dan digital membantu kamu menentukan alat ukur yang paling sesuai dengan kebutuhan. Perbedaannya tidak hanya terletak pada tampilan hasil pengukuran, tetapi juga tingkat akurasi, fitur, kemudahan penggunaan, hingga perawatannya.
Pastikan kebutuhan pengukuran listrikmu didukung multimeter digital yang tepat. Di Fixcomart, tersedia berbagai pilihan alat ukur listrik berkualitas untuk penggunaan rumah tangga maupun profesional.
