13 Cara Menghilangkan Bau Air Sumur seperti Comberan, Efektif!

13 Cara Menghilangkan Bau Air Sumur seperti Comberan, Efektif!

 

Air sumur terlihat cukup jernih, tetapi mengeluarkan bau telur busuk atau aroma seperti comberan saat keran dibuka? Masalah seperti ini tidak selalu berasal dari air yang kotor.

Bau bisa muncul karena gas hidrogen sulfida, bakteri, atau masalah pada instalasi air. Kontaminasi dari lingkungan sekitar juga perlu dicurigai jika aroma air berubah secara tiba-tiba.

Supaya penanganannya tepat, kenali dulu penyebabnya. Setelah itu, coba cara menghilangkan bau air sumur yang sesuai dengan kondisi air di rumah!

Apakah Bau Air Sumur Bisa Hilang Sepenuhnya?

Air Sumur Keruh

Air Sumur Keruh

Bisa, selama sumber baunya ditemukan dan ditangani dengan metode yang tepat. Bau yang berasal dari hidrogen sulfida atau sulfur bacteria misalnya dapat dikurangi melalui aerasi atau proses desinfeksi tertentu.

Namun, hilangnya bau belum tentu berarti air sudah aman untuk diminum. Beberapa kontaminan tidak mempunyai warna atau bau yang mudah dikenali.

Jika air sumur ingin dikonsumsi, sebaiknya lakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kualitasnya. 

Namun, untuk pengecekan awal di rumah, kamu bisa pakai kertas lakmus untuk mengukur tingkat keasaman atau Iron Test Kit untuk mengecek kadar zat besi. Keduanya bisa didapat di toko online maupun toko kimia.

Meski begitu, alat tersebut tidak bisa mendeteksi bakteri berbahaya. Untuk memastikan air aman diminum, tetap pes tes laboratorium, khususnya untuk menguji bakteri seperti E. coli.

Penyebab Air Sumur Bau

Jenis bau bisa menjadi petunjuk awal. Namun, aroma saja tidak cukup untuk memastikan kandungan di dalam air.

Beberapa penyebab air sumur bau yang perlu diperiksa antara lain:

1. Hidrogen Sulfida

Gas hidrogen sulfida (H₂S) dapat terbentuk akibat pembusukan bahan organik, seperti daun dan akar tanaman di lingkungan yang minim oksigen. Gas ini menimbulkan bau telur busuk.

Untuk mengeceknya, tampung air sumur dalam wadah bersih, lalu perhatikan apakah bau telur busuk muncul saat air baru dikeluarkan.

2. Bakteri Sulfur

Penyebab berikutnya yaitu bakteri sulfur yang dapat berkembang secara alami di air tanah yang mengandung senyawa sulfur. Aktivitas bakteri ini bisa menghasilkan bau telur busuk dan lendir pada instalasi air.

Coba cek dinding bak di rumah. Jika terdapat lendir putih atau kehitaman yang disertai bau menyengat, kemungkinan terdapat aktivitas bakteri sulfur.

3. Kandungan Besi

Zat besi juga dapat masuk ke air sumur ketika air melewati lapisan tanah yang mengandung mineral besi. Jika kandungannya tinggi, bisa memicu rasa logam dan noda kecokelatan.

Untuk memastikannya, perhatikan apakah muncul noda kuning kecokelatan pada lantai atau pakaian. Kamu juga bisa menggunakan Iron Test Kit untuk mengukur kadar besi dalam air.

4. Material Organik

Daun kering, tanah, atau sisa tumbuhan yang masuk ke sumur bisa mengalami pembusukan dan memengaruhi kualitas air. Inilah yang memicu air bau apek. Pastikan sumur tertutup dengan rapat dan tidak ada kotoran yang masuk.

5. Masalah Septic Tank

Kebocoran septic tank dapat menyebabkan limbah rumah tangga meresap ke dalam tanah dan mencemari air sumur. Pencemaran ini berisiko membawa bakteri E. coli yang berbahaya.

Jika dicurigai terjadi pencemaran, jangan gunakan air untuk konsumsi sebelum masalah tersebut diperbaiki.

6. Water Heater

Bau pada air panas bisa muncul akibat reaksi batang anoda di dalam water heater dengan senyawa sulfur dalam air. 

Untuk mengeceknya, bandingkan air dari keran panas dan dingin. Jika bau telur busuk hanya muncul pada air panas, kemungkinan sumber masalah berada pada water heater.

Baca Juga: Cara Membuat Saringan Air Sumur yang Kuning dan Bau, Pasti Berhasil!

Cara Menghilangkan Bau Air Sumur

Ilustrasi Pemasangan Filter untuk Air Sumur

Ilustrasi Pemasangan Filter untuk Air Sumur | Picture by Lone Star Water Services 

Jangan memilih metode hanya karena mudah dilakukan. Mulailah dari sumber bau agar treatment yang dilakukan tidak sia-sia.

Berikut berbagai cara mengatasi air sumur bau yang bisa dipertimbangkan:

1. Cari Tahu dari Keran Mana Bau Muncul

Buka keran air dingin terlebih dahulu, lalu bandingkan baunya dengan air panas. Jika bau hanya muncul dari air panas, fokuskan pemeriksaan pada water heater. Jika air panas dan dingin sama-sama berbau, lanjutkan cek ke sumur atau instalasi air.

2. Alirkan Air Beberapa Menit

Air yang lama tertahan di dalam pipa terkadang mempunyai bau lebih kuat. Biarkan keran mengalir selama beberapa menit, lalu periksa kembali aromanya.

Jika bau berkurang, cukup bersihkan saluran air dan biasakan mengalirkan air sebelum dipakai. Kalau baunya tetap kuat, masalah kemungkinan berasal dari sumber air.

3. Bersihkan Sumur dari Material Organik

Daun atau material organik yang masuk ke sumur dapat membusuk. Kondisi ini bisa memengaruhi bau sekaligus kualitas air.

Bersihkan kotoran yang terlihat di sekitar permukaan sumur. Untuk material sudah masuk cukup dalam, sebaiknya gunakan jasa pembersihan sumur agar prosesnya lebih aman.

4. Gunakan Sistem Aerasi

Aroma air di rumah seperti telur busuk? Penyebabnya bisa karena hidrogen sulfida dan salahg satu solusinya adalah aerasi.

Metode ini membantu melepaskan gas terlarut dengan memperbanyak kontak antara air dan udara. Pasang sistem aerasi sebelum tahap filtrasi agar gas lebih mudah dilepaskan. 

5. Gunakan Filter Karbon Aktif

Filter karbon aktif juga dapat membantu mengurangi senyawa yang menyebabkan rasa atau bau tertentu. Metode ini lebih pas ketika kadar hidrogen sulfida masih relatif rendah.

Ganti media karbon jika bau mulai muncul kembali karena kemampuan adsorpsinya akan menurun seiring pemakaian. 

6. Gunakan Filter dengan Media Oksidasi

Jika bau hidrogen sulfida cukup kuat, filter karbon aktif saja mungkin belum cukup. Pada kondisi ini, kamu perlu media oksidasi untuk mengubah senyawa tersebut sebelum disaring.

Salah satu media yang umum digunakan adalah manganese greensand. Sistem ini juga dapat membantu ketika air mempunyai kandungan besi yang cukup tinggi.

7. Lakukan Desinfeksi Jika Ada Masalah Bakteri

Jika pemeriksaan mengarah pada bakteri sulfur, sumur mungkin perlu didesinfeksi agar bisa mengurangi mikroorganisme penyebab bau.

Kamu bisa menggunakan kaporit untuk proses desinfeksi. Salah satu pilihannya adalah Kaporit Granular TCCA.

Kaporit Granular TCCA Chlorine Klorin Penjernih Air 1KG

Kaporit Granular TCCA Chlorine Klorin Penjernih Air 1KG

Kaporit granular TCCA bagus karena memiliki kadar klorin yang sangat tinggi, yaitu sekitar 90%, sehingga lebih efektif membunuh kuman dan bakteri dalam air.

Bentuk butirannya yang berupa granular juga mudah larut di dalam air dan cepat menyebar saat diaplikasikan ke kolam renang

Pastikan gunakan dosis sesuai volume air dan konsentrasi produk. Jangan asal menuangkan kaporit hanya berdasarkan perkiraan karena dapat membuat kadar klorin berlebihan.

Baca Juga: Dosis Kaporit yang Tepat untuk Berbagai Jenis Air

8. Bersihkan Sistem Perpipaan

Sudah membersihkan sumur tetapi baunya cepat kembali? Sumber masalah bisa saja tertinggal di dalam instalasi air. Bersihkan atau lakukan flushing pada saluran yang terhubung dengan sumur. 

9. Periksa Water Heater

Jika air dingin normal tetapi air panas berbau telur busuk, water heater patut diperiksa. Reaksi di dalam tangki dapat memicu terbentuknya hidrogen sulfida. Sebaiknya hubungi teknisi untuk mengecek tangki dan kondisi anode di dalamnya.

10. Periksa Septic Tank dan Lingkungan Sekitar Sumur

Bau seperti comberan perlu ditangani lebih serius karena dapat berkaitan dengan pencemaran. Apalagi jika perubahan bau terjadi secara mendadak.

Coba cek kondisi septic tank dan jaraknya dari sumur. Jika ada dugaan kebocoran, hentikan penggunaan air untuk minum dan masak sampai kualitas air diperiksa.

Jangan lupa, gunakan sarung tangan karet latex jika tangan berpotensi bersentuhan dengan kotoran.

11. Periksa Tutup Sumur

Air hujan atau kotoran dari permukaan seharusnya tidak mudah masuk ke dalam sumur. Tutup yang retak atau area sekitar yang lebih rendah dapat meningkatkan risiko kontaminasi. Perbaiki penutup sumur jika sudah tidak rapat.

12. Lakukan Tes Kualitas Air

Jika bau tetap muncul, jangan hanya menebak penyebabnya dari aroma. Beberapa masalah air dapat mempunyai bau yang mirip meskipun penyebabnya berbeda.

Lakukan pengujian untuk mengetahui kandungan air sebelum memilih treatment. Untuk air yang bau telur busuk atau dugaan pencemaran, kamu perlu lakukan pengujian bakteri coliform.

13. Gunakan Sistem Treatment Sesuai Hasil Pemeriksaan

Bau terus kembali setelah pembersihan? Solusi sementara mungkin tidak lagi cukup. Kamu bisa mempertimbangkan sistem treatment yang bekerja secara berkelanjutan.

Pilih sistem chlorination jika hasil pemeriksaan memang menunjukkan kebutuhan tersebut. Alternatif lainnya, kamu bisa pakai air PAM atau pasang filter pada saluran air menuju toren. Jika menggunakan toren, jangan lupa membersihkannya secara rutin.

Apakah Tawas Bisa Menghilangkan Bau Air Sumur?

Ilustrasi Air Sumur Bau

Ilustrasi Air Sumur Bau | Picture by Just Plumbing

Tawas lebih dikenal sebagai koagulan. Fungsinya membantu partikel halus menggumpal sehingga lebih mudah mengendap.

Karena itu, tawas lebih relevan untuk masalah air keruh, bukan air sumur bau. Namun jika air sumur bau dan keruh sekaligus, proses penjernihan mungkin akan melibatkan tawas.

Kekeruhan bisa ditangani dengan tawas dan sumber bau tetap harus dicari secara terpisah. Jadi, tawas untuk air sumur bau tidak otomatis solusi yang pas, apalagi jika bau berasal dari hidrogen sulfida atau bakteri sulfur.

Baca Juga: Apakah Kaporit Berbahaya? Cek Cara Kerjanya dalam Menjernihkan Air

Berapa Lama Bau Air Sumur Bisa Berkurang?

Tidak ada satu waktu yang berlaku untuk semua kasus. Lamanya bau berkurang tergantung penyebab dan treatment yang digunakan.

Bau dari gas terlarut dapat berkurang setelah proses aerasi atau filtrasi bekerja. Masalah bakteri bisa membutuhkan proses desinfeksi dan flushing sebelum kondisi air kembali normal.

Bahkan setelah desinfeksi, bau bisa muncul kembali jika sumber masalah tidak diatasi. Bakteri sulfur misalnya dapat sulit dihilangkan setelah berkembang di dalam sistem sumur.

Rekomendasi Kaporit Air Sumur untuk Membantu Proses Desinfeksi

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa proses desinfeksi memang diperlukan, kamu bisa mempertimbangkan Kaporit Granular TCCA yang tersedia di FIXCOMART. 

Produk ini berbentuk granular sehingga lebih mudah ditakar sebelum digunakan. Untuk penggunaan yang lebih bertahap, kamu bisa pakai Kaporit Tablet Kecil atau Kaporit Tablet Besar.

Pastikan manfaatkan voucher diskon pembelian pertama sebelum checkout agar pembelian lebih hemat.

Namun ingat, penggunaan bahan berbasis klorin harus mengikuti konsentrasi produk dan kebutuhan treatment. Jangan menentukan dosis hanya berdasarkan ukuran sumur.

FAQ

1. Apakah Garam Bisa Menghilangkan Bau pada Air Sumur?

Garam dapur bukan treatment utama untuk hidrogen sulfida dalam air sumur. Aerasi dan filtrasi lebih umum digunakan untuk menangani gas tersebut.

2. Kenapa Air Sumur Bau Seperti Telur Busuk?

Bau telur busuk merupakan salah satu ciri keberadaan gas hidrogen sulfida. Gas tersebut dapat terbentuk secara alami atau berkaitan dengan sulfur bacteria. [

3. Apakah Kaporit Bisa Menghilangkan Bau Air Sumur?

Kaporit dapat membantu jika sumber masalah berkaitan dengan mikroorganisme yang dapat dikendalikan melalui proses desinfeksi. Namun, kaporit bukan solusi untuk seluruh penyebab bau air sumur.

4. Apakah Air Sumur yang Sudah Tidak Bau Aman Diminum?

Belum tentu. Banyak kontaminan tidak bisa diketahui hanya melalui bau atau warna sehingga air yang digunakan untuk konsumsi sebaiknya diuji terlebih dahulu.

Back to blog