Cara Mengatasi Air Kolam Renang Hijau dan Keruh tanpa Menguras

Cara Mengatasi Air Kolam Renang Hijau dan Keruh tanpa Menguras

Air kolam renang yang semula jernih dapat berubah menjadi keruh bahkan kehijauan dalam waktu relatif singkat. 

Warna hijau paling sering berkaitan dengan pertumbuhan alga. Namun jika air terlihat keruh, bisa jadi karena partikel halus di dalam air atau filtrasi yang kurang optimal.

Karena penyebabnya bisa berbeda, cara menjernihkan air kolam renang sebaiknya tidak dilakukan dengan sekadar menambahkan kaporit atau bahan penjernih begitu saja.

Untuk itu, kamu perlu mengetahui dulu berbagai penyebab dan cara mengatasi air kolam hijau maupun keruh tanpa mengurasnya!

Apakah Air Kolam Renang Berwarna Hijau Aman?

 

Air Kolam Hijau | Picture by Bioguard

Sebaiknya jangan berenang ketika air kolam sudah berubah menjadi hijau. Warna tersebut umumnya menandakan adanya pertumbuhan alga. 

Kondisi air juga perlu diperiksa sebelum kolam kembali digunakan. Air yang terlalu hijau juga dapat mengurangi visibilitas di dalam kolam. 

Karena itu, tangani penyebabnya terlebih dahulu. Gunakan kolam kembali setelah kualitas air sudah sesuai.

Namun, jangan langsung beranggapan bahwa air hijau hanya disebabkan oleh kekurangan kaporit, karena banyak faktor lain yang perlu diperiksa.

Penyebab Air Kolam Hijau

Air kolam bisa berubah warna meskipun sebelumnya terlihat jernih. Berikut beberapa penyebab air kolam hijau yang perlu kamu perhatikanL

1. Pertumbuhan Alga

Pertumbuhan alga dapat terjadi ketika kondisi air mendapatkan paparan sinar matahari yang berlebih dan kadar nutrisi (seperti nitrat, fosfat, dan amonia) yang tinggi di dalam air.

Semakin lama dibiarkan, alga dapat menyebar ke permukaan kolam. Dinding atau lantai kolam pun bisa terasa lebih licin.

2. Kadar Klorin Terlalu Rendah

Jika kadarnya terlalu rendah, pertumbuhan alga menjadi lebih sulit dikendalikan. Kondisi tersebut dapat membuat warna air perlahan berubah. Bahkan, air bisa mulai terlihat kusam sebelum akhirnya menjadi kehijauan.

3. pH Air Tidak Sesuai

Kondisi pH berpengaruh terhadap efektivitas treatment kolam. pH yang tidak sesuai dapat membuat klorin bekerja kurang efektif.

Karena itu, cek pH sebelum menambahkan treatment. Jangan hanya melihat warna air sebagai patokan.

4. Filter Kolam Tidak Bekerja Optimal

Filter membantu menangkap kotoran dari air yang bersirkulasi. Jika filter bermasalah, proses penyaringan menjadi kurang optimal. Kotoran yang tidak tersaring dapat membuat air terlihat keruh.

5. Kolam Kurang Dibersihkan

Kotoran dari lingkungan dapat masuk ke dalam kolam setiap hari. Daun dan debu merupakan dua contoh yang sering ditemukan. Jika dibiarkan, kotoran akan menambah beban sistem filtrasi. 

6. Perubahan Cuaca

Suhu yang lebih tinggi dapat mendukung pertumbuhan alga. Kondisi air juga bisa berubah setelah hujan.

Karena itu, cek kembali kualitas air setelah perubahan cuaca yang signifikan. Pemeriksaan lebih awal dapat mencegah masalah menjadi semakin berat.

Cara Menjernihkan Air Kolam Renang yang Keruh dan Hijau

 

Cara Menjernihkan Air Kolam Hijau | Picture by Swimart

Lantas, bagaimana cara menjernihkan air kolam renang yang keruh? Langkah pertama bukan langsung menambahkan kaporit. 

Adapun langkah yang bisa dilakukan tanpa menguras kolam yaitu:

1. Bersihkan Kotoran di Permukaan Air

Mulailah dengan mengangkat kotoran yang terlihat di permukaan. Gunakan skimmer untuk mengambil daun atau kotoran lainnya.

Langkah ini membantu mengurangi beban filter. Proses pembersihan berikutnya pun menjadi lebih mudah.

2. Sikat Dinding dan Lantai Kolam

Periksa apakah terdapat lapisan hijau pada dinding kolam. Sikat bagian tersebut agar alga yang menempel terlepas.

Lakukan hal yang sama pada lantai kolam. Alga yang terlepas nantinya dapat dibuang melalui proses pembersihan dan filtrasi.

3. Periksa Kondisi Air

Sebelum menggunakan chemical, lakukan pengujian air. Mulailah dengan mengecek pH dan kadar klorin.

Hasil pengujian dapat membantu menentukan treatment berikutnya. Dengan begitu, kamu tidak perlu menambahkan chemical hanya berdasarkan perkiraan.

4. Periksa Sistem Filtrasi

Selanjutnya, pastikan filter bekerja dengan baik. Filter yang kotor dapat menghambat proses penjernihan.

Periksa juga sirkulasi air. Jika air tidak bergerak dengan baik, proses penyaringan bisa menjadi kurang efektif.

5. Gunakan Kaporit

Jika kadar klorin terlalu rendah, kamu bisa gunakan kaporit untuk membantu proses sanitasi. Untuk proses ini, kamu bisa gunakan kaporit granular penjernih air

Produk berbentuk granular ini dapat digunakan untuk treatment air kolam. Namun dosisnya perlu disesuaikan dengan volume air, jangan asal hanya berdasarkan perkiraan.

Baca Juga: Dosis Kaporit yang Tepat untuk Berbagai Jenis Air

6. Jalankan Filtrasi

Setelah treatment diberikan, jalankan sistem filtrasi. Proses ini membantu menyaring partikel yang masih berada di dalam air.

Air yang sebelumnya hijau tidak selalu langsung menjadi jernih. Filtrasi mungkin perlu dijalankan lebih lama sampai kondisi air membaik.

7. Gunakan Pompa Sibel

Jika kondisi air kolam sudah cukup berat dan perlu dikuras, pembuangan air sangat disarankan menggunakan Submersible Pump agar proses pengurasan lebih praktis.

Namun jika kolam belum perlu dikuras tetapi terdapat endapan kotoran di dasar, kamu bisa menggunakan vacuum kolam untuk membersihkannya secara perlahan agar kotoran tidak kembali menyebar ke air.

8. Tes Kembali Kondisi Air

Air yang terlihat jernih belum tentu menandakan treatment sudah selesai. Lakukan pengujian kembali sebelum kolam digunakan.

Pastikan kondisi air sudah sesuai. Setelah itu, sistem filtrasi dapat kembali dijalankan seperti biasa.

Berapa Kali Perawatan Air Kolam Renang Perlu Dilakukan?

Untuk kolam renang rumah, lakukan pembersihan ringan sekitar 2–3 kali seminggu. Kamu bisa mengangkat kotoran di permukaan dan memeriksa kondisi air pada jadwal tersebut.

Kadar pH dan klorin sebaiknya diperiksa sekitar 2–3 kali seminggu. Jika kolam sering digunakan, pengecekan dapat dilakukan lebih sering.

Filter juga perlu diperiksa secara berkala. Bersihkan atau lakukan backwash ketika aliran mulai melemah atau tekanan filter meningkat.

Setelah hujan deras atau penggunaan kolam yang ramai, sebaiknya lakukan pengecekan tambahan. Kondisi tersebut dapat mengubah keseimbangan air lebih cepat. Dengan jadwal ini, masalah dapat diketahui sebelum air menjadi keruh atau berubah hijau.

Tips Merawat Air Kolam Renang agar Jernih

Setelah air kembali jernih, lakukan beberapa kebiasaan berikut agar masalah tidak cepat muncul kembali:

  1. Angkat kotoran secara rutin: Bersihkan daun dan kotoran yang mengapung sekitar 2–3 kali seminggu.
  2. Sikat permukaan kolam: Bersihkan dinding dan lantai sebelum alga mulai menumpuk.
  3. Periksa pH air: Lakukan pengecekan sekitar 2–3 kali seminggu agar perubahan kondisi air lebih cepat diketahui.
  4. Pantau kadar klorin: Pastikan kadar klorin tidak turun terlalu rendah agar pertumbuhan alga lebih mudah dikendalikan.
  5. Rawat sistem filtrasi: Periksa filter secara berkala dan bersihkan ketika sudah banyak menampung kotoran.
  6. Cek air setelah hujan: Hujan dapat mengubah kondisi air sehingga pemeriksaan tambahan mungkin diperlukan.
  7. Gunakan cover kolam: Tutup kolam ketika tidak digunakan jika banyak kotoran dari lingkungan mudah masuk.

Baca Juga: Cara Efektif Menjernihkan Air di Rumah Menggunakan Kaporit Granular

Rekomendasi Penjernih Air Kolam Renang

Air kolam renang dikasih apa agar jernih? Jenis treatment perlu disesuaikan dengan penyebab masalah.

Jika kadar klorin terlalu rendah, kaporit dapat digunakan sebagai bagian dari treatment air kolam. 

Kamu bisa pakai Kaporit Granular Penjernih Air untuk membantu menjernihkan air kolam agar kembali nyaman digunakan.

Perhatikan juga petunjuk penggunaan produk sebelum melakukan treatment. Ingat, kaporit bukan pengganti proses perawatan lainnya. 

Filter tetap perlu dibersihkan secara rutin. Permukaan kolam juga perlu dijaga agar tidak dipenuhi alga.

Butuh produk pembersihan rumah lainnya? Kamu bisa menemukannya di FIXCOMART yang menyediakan 2.000 pilihan produk. Jangan lupa, pakai voucher diskon pembelian pertama agar belanja jadi lebih hemat!

FAQ

Belum puas dengan pembahasan seputar air kolam hijau? Simak jawaban dari beberapa pertanyaan berikut:

1. Bagaimana Cara Menjernihkan Air Kolam Renang yang Hijau?

Cari penyebab air berubah hijau terlebih dahulu. Setelah itu, bersihkan kolam dan lakukan treatment sesuai kondisi air. Filtrasi juga perlu dijalankan sampai air kembali jernih.

2. Air Kolam Renang Berwarna Hijau Apakah Aman?

Sebaiknya jangan berenang ketika air kolam sudah berubah hijau. Kondisi tersebut dapat menunjukkan pertumbuhan alga dan kualitas air yang sedang bermasalah.

3. Kenapa Air Masih Hijau Setelah Diberi Kaporit?

Kaporit mungkin tidak menyelesaikan masalah jika penyebabnya berasal dari faktor lain. Periksa kembali pH dan sistem filtrasi jika warna hijau tidak kunjung hilang.

4. Apakah Kaporit Aman untuk Kulit?

Kaporit digunakan untuk sanitasi air kolam dalam kadar yang sesuai. Namun, paparan berlebihan dapat menyebabkan iritasi. Pastikan kondisi air sudah sesuai sebelum berenang.

5. Apakah Air Kolam Ikan Berwarna Hijau Sama dengan Kolam Renang Hijau?

Tidak. Kolam ikan memiliki ekosistem hidup sehingga cara penanganannya berbeda dari kolam renang. Jangan menggunakan kaporit sembarangan pada kolam yang masih berisi ikan. Ikan sensitif terhadap klorin sehingga penggunaannya membutuhkan perhatian khusus.

 

Back to blog