Perbedaan Cutting Wheel dan Grinding Wheel, Jangan Sampai Salah Pakai

Perbedaan Cutting Wheel dan Grinding Wheel

Banyak pengguna gerinda masih belum memahami perbedaan cutting wheel dan grinding wheel, padahal keduanya memiliki fungsi, bentuk, dan cara penggunaan yang berbeda. Hal ini membuat kesalahan dalam penggunaan mesin gerinda bisa saja terjadi.

Kesalahan memilih mata gerinda tidak hanya membuat hasil pekerjaan kurang maksimal, tetapi juga meningkatkan potensi kerusakan alat hingga kecelakaan kerja. Memahami karakteristik masing-masing jenis mata gerinda menjadi langkah penting sebelum mulai bekerja. Simak penjelasan lengkap mengenai perbedaan keduanya. .

Apa Itu Cutting Wheel?

Dalam dunia penggerindaan, cutting wheel adalah mata gerinda yang dirancang khusus untuk memotong berbagai material seperti besi, baja, stainless steel, dan aluminium. Bentuknya yang tipis memungkinkan proses pemotongan menjadi lebih cepat dan menghasilkan potongan yang rapi.

Jenis mata gerinda ini hanya dimanfaatkan untuk memotong dan tidak dirancang menerima tekanan dari samping. Penggunaan yang sesuai fungsi tidak hanya lebih aman, tetapi juga membantu memperpanjang umur pakai mata gerinda. 

Apa Itu Grinding Wheel?

Berbeda dengan cutting wheel, grinding wheel adalah mata gerinda yang berfungsi untuk mengikis, meratakan, dan menghaluskan permukaan material. Ketebalannya yang lebih besar membuatnya mampu menahan tekanan saat proses penggerindaan. 

Grinding wheel umum dimanfaatkan untuk membersihkan bekas las, menghilangkan karat, hingga merapikan permukaan logam sebelum tahap finishing. Dengan penggunaan yang tepat, hasil permukaan menjadi lebih halus sekaligus menjaga performa mata gerinda tetap optimal. 

Baca juga: 14 Jenis Mata Gerinda: Fungsi Hingga Cara Memilihnya 

Perbedaan Cutting Wheel dan Grinding Wheel

Picture by Canva.com

Meskipun sama-sama dipasang pada mesin gerinda tangan, cutting wheel dan grinding wheel memiliki perbedaan mendasar yang perlu dipahami agar penggunaannya tetap aman dan sesuai fungsi.

1. Fungsi

Perbedaan paling utama terletak pada kegunaannya. Fungsi cutting wheel adalah memotong material seperti besi, baja, dan stainless steel dengan hasil yang rapi. Sementara itu, fungsi grinding wheel adalah mengikis, meratakan, menghaluskan, serta membersihkan permukaan material sebelum atau setelah proses pengerjaan. 

2. Bentuk dan Ketebalan

Cutting wheel memiliki desain tipis, umumnya berkisar 1–3 mm, agar mampu menghasilkan potongan yang presisi dengan hambatan yang minim. Sebaliknya, grinding wheel dibuat lebih tebal, sekitar 4–7 mm, sehingga memiliki kekuatan yang lebih baik untuk menerima tekanan saat proses pengikisan.

3. Material yang Dikerjakan

Keduanya dapat digunakan pada berbagai material logam seperti besi, baja, stainless steel, dan aluminium. Bedanya, cutting wheel digunakan untuk memotong material, sedangkan grinding wheel berfungsi untuk meratakan, menghaluskan, atau membersihkan permukaan setelah proses pemotongan maupun pengelasan. 

4. Cara Penggunaan

Dalam penggunaannya, mata gerinda potong harus diarahkan lurus mengikuti jalur pemotongan tanpa tekanan dari samping karena konstruksinya yang tipis. Sebaliknya, grinding wheel dirancang untuk menerima tekanan pada permukaan material sehingga cocok digunakan untuk menggerinda, mengikis, dan membersihkan permukaan logam. 

5. Tingkat Keausan

Karena bentuknya tipis, cutting wheel umumnya lebih cepat habis terutama jika digunakan pada material yang tebal atau pemotongan dalam jumlah banyak. Grinding wheel memiliki masa pakai yang cenderung lebih lama karena ketebalannya memungkinkan mata gerinda bertahan terhadap gesekan dan tekanan yang lebih tinggi.

Ukuran Mata Gerinda yang Umum Digunakan

Picture by Canva.com

Setiap ukuran mata gerinda memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk memilih ukuran yang sesuai agar pekerjaan lebih efisien dan nyaman dilakukan. 

Mata Gerinda 4 Inch (100 mm)

Ukuran 4 inch merupakan pilihan paling populer untuk penggunaan rumah tangga maupun pekerjaan ringan. Bobotnya yang ringan membuat mata gerinda ini mudah dikendalikan dan cocok digunakan untuk memotong besi hollow, pipa tipis, baja ringan, serta menghaluskan permukaan logam. 

Mata Gerinda 5 Inch (125 mm)

Mata gerinda 5 inch menawarkan kapasitas potong yang lebih besar dibandingkan ukuran 4 inch. Ukuran ini banyak dipilih untuk memotong besi, baja, pipa, dan plat logam dengan ketebalan sedang, sehingga sering digunakan di bengkel maupun pekerjaan fabrikasi. 

Mata Gerinda 7 Inch (180 mm)

Ukuran ini umumnya digunakan untuk pekerjaan konstruksi, bengkel, dan fabrikasi skala menengah hingga besar. Ukuran ini cocok untuk memotong besi hollow, pipa, baja, maupun plat yang lebih tebal karena memiliki kedalaman potong lebih besar dibanding mata gerinda 4 atau 5 inch. 

Mata Gerinda 9 Inch (230 mm)

Mata gerinda 9 inch dirancang untuk pekerjaan berat seperti konstruksi dan industri untuk memotong baja profil, pipa berdiameter besar, besi beton, serta plat logam yang tebal. Karena ukurannya besar, mata gerinda ini harus dipasang pada mesin gerinda berdaya besar dan dioperasikan sesuai batas RPM yang dianjurkan. 

Baca juga: Kenapa Mata Gerinda Cepat Aus? Penyebab, Solusi, dan Cara Merawatnya

Kesalahan Menggunakan Mata Gerinda yang Harus Dihindari

Picture by Canva.com

Tidak sedikit kecelakaan kerja terjadi akibat penggunaan mata gerinda yang tidak sesuai. Karena itu, penting memahami kesalahan yang sering dilakukan agar pekerjaan tetap aman dan hasilnya optimal. 

Menggunakan Cutting Wheel untuk Menggerinda

Cutting wheel tidak dirancang menerima tekanan dari samping. Memaksakannya untuk menggerinda dapat menyebabkan mata gerinda retak, patah, bahkan pecah saat berputar sehingga berpotensi membahayakan pengguna.

Menggunakan Grinding Wheel untuk Memotong

Grinding wheel memiliki ketebalan yang lebih besar sehingga kurang efektif digunakan untuk memotong. Selain menghasilkan potongan yang kurang rapi, penggunaan ini juga membuat proses menjadi lebih lambat dan membebani mesin gerinda.

Memaksa Mata Gerinda yang Sudah Aus

Mata gerinda yang sudah menipis atau mengalami kerusakan sebaiknya segera diganti. Penggunaan mata gerinda yang sudah aus dapat menurunkan performa pemotongan, memperlambat pekerjaan, serta meningkatkan risiko pecah saat doperasikan.

Melebihi Kecepatan Maksimum (RPM)

Setiap mata gerinda memiliki batas kecepatan maksimum yang tercantum pada produknya. Pastikan spesifikasi RPM mata gerinda sesuai dengan mesin yang digunakan agar tetap aman dan tidak menyebabkan kerusakan selama proses pengerjaan.

Kesimpulan

Memahami perbedaan cutting wheel dan grinding wheel membantu Anda memilih mata gerinda yang sesuai dengan jenis pekerjaan. Cutting wheel dimanfaatkan untuk memotong, sedangkan grinding wheel dirancang untuk mengikis dan menghaluskan permukaan material.

Agar hasil kerja lebih maksimal, pastikan Anda menggunakan mata gerinda berkualitas dengan ukuran dan spesifikasi yang sesuai. Temukan berbagai pilihan cutting wheel, grinding wheel, dan perlengkapan gerinda lainnya di Fixcomart untuk mendukung pekerjaan yang lebih aman dan efisien. 

Back to blog