10 Penyebab Setir Mobil Berat saat Belok, Ini Cara Mengatasinya
Share
Setir mobil tiba-tiba terasa berat saat parkir atau putar balik? Jangan langsung berpikir rack steer harus diganti.
Masalahnya bisa sesederhana tekanan ban yang kurang. Namun, sistem power steering juga bisa menjadi penyebabnya.
Sebelum membawa mobil ke bengkel, ada beberapa bagian yang masih bisa kamu cek sendiri. Setidaknya kamu bisa tahu apakah masalahnya sederhana atau perlu bantuan mekanik!
Apakah Setir Mobil Berat Berbahaya?

Ilustrasi Memegang Setir Mobil
Setir yang mendadak jauh lebih berat dari sebaiknya tidak diabaikan. Kemudi yang sulit diputar membuat mobil membutuhkan tenaga lebih besar untuk diarahkan.ย
Kondisi ini akan terasa saat parkir atau berbelok tajam. Namun, karakter setir setiap mobil memang berbeda.
Jadi yang perlu diperhatikan adalah perubahan dari kondisi normal mobil kamu. Kalau biasanya ringan lalu mendadak berat, berarti ada bagian yang perlu diperiksa.
Jika kemudi sangat sulit dikendalikan, jangan memaksakan perjalanan jauh. Pemeriksaan juga perlu segera dilakukan jika muncul bunyi keras.
Penyebab Setir Mobil Berat saat Belok
Tidak semua kasus setir berat membutuhkan perbaikan besar. Mulailah dari bagian yang paling mudah diperiksa. Kalau hasilnya normal, baru lanjut ke sistem kemudi.
Adapun beberapa penyebab setir mobil berat yaitu:
1. Tekanan Ban Depan Kurang

Pressure Gause
Ban yang kekurangan angin mempunyai hambatan lebih besar ketika dibelokkan. Efeknya biasanya paling terasa ketika mobil diam atau berjalan pelan.
Gunakan pressure gauge untuk mendapatkan angka tekanan yang lebih jelas. Kalau belum familiar dengan alat tersebut, kamu bisa baca panduan Tips Memilih Pressure Gauge.
Baca Juga: Perawatan Kendaraan yang Wajib Dilakukan Secara Berkala
2. Oli Power Steering Mulai Berkurang
Mobil dengan Hydraulic Power Steering membutuhkan cairan untuk membantu meringankan setir. Kalau volumenya terlalu rendah, bantuan kemudi dapat berkurang. Akibatnya, setir mulai terasa lebih berat.
3. Sistem Power Steering Mengalami Kebocoran
Oli yang terus berkurang biasanya mempunyai penyebab. Salah satunya adalah kebocoran pada sistem power steering. Rembesan kecil pun bisa membuat volume cairan turun secara perlahan..
4. Pompa Power Steering Mulai Lemah
Pada sistem hidrolik, pompa berfungsi menghasilkan tekanan untuk meringankan kemudi. Saat performanya menurun, setir dapat terasa semakin berat.ย
5. Belt Penggerak Mulai Kendur
Belt yang mulai kendur dapat membuat kerja pompa terganggu. Setir kemudian bisa terasa lebih berat dari biasanya. Lihat apakah permukaan belt terlihat retak atau rusak. Jangan menyentuh belt ketika mesin sedang hidup.
6. Rack Steer Mulai Bermasalah
Komponen ini meneruskan gerakan setir menuju roda depan. Ketika mekanismenya mulai macet, kemudi dapat terasa lebih berat.ย
7. Tie Rod atau Ball Joint Bermasalah

Memperbaiki Tie Road | Picture by Motoserv
Tie rod membantu menghubungkan gerakan kemudi menuju roda. Ketika salah satunya aus, pergerakan roda dapat terasa tidak normal. Kadang muncul bunyi dari area kaki-kaki.
Namun, jangan masuk ke bawah kendaraan yang hanya ditahan oleh dongkrak. Gunakan jackstand penyangga kendaraan jika memang mengharuskan kamu berada di bawah mobil.
8. Alignment Roda Berubah
Posisi roda yang tidak sesuai juga dapat membuat mobil membutuhkan lebih banyak koreksi saat dikemudikan.ย
Coba rasakan perilaku mobil ketika melaju lurus. Kalau kendaraan terus menarik ke satu arah, alignment perlu diperiksa.
9. Sistem EPS Mengalami Gangguan
Mobil yang memakai Electric Power Steering atau EPS mempunyai cara kerja berbeda. Sistem ini menggunakan bantuan motor listrik untuk meringankan setir. Ketika terjadi gangguan, steering assist dapat berkurang.
Untuk memastikan masalahnya, kamu bisa cek pakai scanner dari ThinkCar. Jadi, kamu tidak perlu langsung menebak komponen mana yang rusak.
10. Tegangan Aki Mulai Lemah
Aki yang mulai lemah dapat memengaruhi suplai listrik kendaraan. Karena itu, pengecekan tegangan berguna ketika masalah setir muncul bersamaan dengan gejala kelistrikan. Kamu bisa menggunakan multimeter untuk pemeriksaan awal.
Baca Juga: 5 Cara Cek Aki Mobil Masih Bagus atau Tidak, Bisa Tanpa Alat!
Setir Mobil Kadang Berat Kadang Ringan, Kenapa?
Kasus seperti ini perlu diperhatikan berdasarkan kapan gejalanya muncul. Pada sistem hidrolik, tekanan power steering mungkin tidak bekerja secara konsisten.
Pada mobil EPS, masalah dapat berhubungan dengan steering assist. Kondisi kelistrikan juga perlu diperhatikan.
Coba catat kapan setir mulai berat. Apakah terjadi saat mobil baru dinyalakan? Atau justru setelah dipakai cukup lama? Informasi sederhana seperti ini akan mempermudah proses diagnosis.
Cara Mengatasi Setir Mobil Berat Sendiri
Kamu tidak harus langsung membongkar rack steer. Ada beberapa pengecekan sederhana yang masih aman dilakukan sendiri, di antaranyaL
1. Cek Tekanan Ban dengan Pressure Gauge
Gunakan pressure gauge agar tekanannya bisa diketahui dalam angka. Bandingkan hasilnya dengan rekomendasi kendaraan. Kalau tekanan kurang, isi kembali lalu coba kemudikan mobil.ย
2. Cek Level Oli Power Steering
Kalau mobil menggunakan sistem hidrolik, lihat level cairan di reservoir. Pastikan posisinya masih berada dalam batas yang dianjurkan. Kalau jumlahnya terus berkurang, periksa apakah ada rembesan.
3. Cek Kondisi Aki dengan Multimeter
Untuk mobil EPS, kamu bisa mulai dari pengecekan tegangan aki. Gunakan multimeter agar pemeriksaan jauh lebih jelas.ย
4. Periksa Area Kaki-Kaki
Lihat apakah ada bagian yang tampak longgar atau rusak. Kalau perlu membuka baut untuk pemeriksaan ringan, gunakan socket atau kunci yang benar-benar sesuai.
Jangan gunakan tang untuk membuka baut hanya karena alat yang tepat tidak tersedia. Kepala baut justru bisa rusak dan pekerjaan menjadi lebih sulit.
5. Gunakan Scanner Jika Mobil Menggunakan EPS
Kalau indikator EPS menyala, diagnostic scanner dapat membantu membaca fault code. Cara ini lebih masuk akal daripada langsung menebak kerusakan motor.
Hasil scan memang belum otomatis menunjukkan komponen yang harus diganti. Namun, datanya dapat mempersempit area pemeriksaan.
6. Bawa ke Bengkel Kalau Masalah Belum Ditemukan
Kalau semua pemeriksaan dasar sudah dilakukan tetapi setir tetap berat, jangan memaksakan bongkar lebih jauh. Mekanik dapat melakukan pemeriksaan lanjutan pada rack steer.
Berapa Biaya Perbaikan Setir Mobil Berat?
Tidak ada satu harga yang berlaku untuk semua kasus. Kalau penyebabnya hanya tekanan ban, masalah dapat selesai tanpa perbaikan sistem kemudi.
Kalau penyebabnya alignment, biayanya tentu berbeda dengan kerusakan rack steer. Karena itu, jangan buru-buru menyetujui penggantian komponen mahal sebelum penyebabnya jelas.
Inilah mengapa kamu perlu melakukan pemeriksaan dasar sendiri agar bisa mempersempit penyebabnya sebelum ke bengkel.
Mau Cek Sendiri Dulu? Mulai dari Alat yang Tepat
Masalah setir berat menunjukkan kenapa toolkit mobil tidak seharusnya baru dibeli ketika kendaraan sudah bermasalah.
Kamu perlu beberapa alat sederhana untuk mengecek penyebab setir mobil berat saat belok, mulai dari pressure gauge untuk cek kondisi ban dan multimeter untuk memastikan kondisi kelistrikan.

Tekiro Multimeter Digital
Bukan hanya untuk masalah setir. Peralatan bengkel yang kamu beli hari ini masih bisa digunakan saat mengecek ban atau melakukan perawatan ringan berikutnya.
Jangan lupa, gunakan voucher diskon pembelian pertama agar belanja lebih hemat. Jadi, ketika mobil mulai menunjukkan gejala aneh, kamu tidak selalu harus mulai dari tebakan.
FAQ
1. Apa penyebab setir mobil berat sebelah?
Mulai dengan membandingkan tekanan ban depan kanan dan kiri. Jika normal, periksa alignment dan komponen kaki-kaki.
2. Bagaimana cara mengatasi setir mobil berat tanpa power steering?
Periksa tekanan ban terlebih dahulu. Jika normal, lanjutkan ke sistem kemudi dan alignment roda.
3. Kenapa setir mobil berat dan bunyi saat belok?
Pada sistem hidrolik, oli power steering yang kurang dapat menimbulkan bunyi. Pompa yang bermasalah juga bisa menghasilkan suara ketika setir diputar.
4. Apakah setir berat harus langsung ganti rack steer?
Tidak. Pastikan penyebabnya lebih dulu karena masalah sederhana seperti tekanan ban dapat menghasilkan gejala yang mirip.















