7 Cara Mengatasi Oli Mobil Bocor dari Bawah Sesuai Penyebabnya
Share
Menemukan tetesan oli di lantai setelah mobil diparkir perlu diperhatikan. Meski awalnya hanya berupa rembesan, oli yang terus berkurang dapat membuat pelumasan mesin tidak optimal.
Oli mobil bocor dari bawah dapat berasal dari beberapa titik, mulai dari filter oli yang tidak rapat hingga seal atau bak oli yang bermasalah.
Karena sumber kebocorannya berbeda, cara memperbaikinya juga tidak selalu sama. Mari simak berbagai cara mengatasi oli mobil bocor sesuai penyebabnya!
Ciri-Ciri Filter Oli Mobil Bocor

Ilustrasi Filter Oli Mobil Bocor | Picture by IBID
Filter oli menjadi salah satu titik yang perlu diperiksa ketika terlihat rembesan di sekitar bagian bawah mesin.
Beberapa ciri-ciri filter oli mobil bocor yang dapat diperhatikan antara lain:
- Ada rembesan di sekitar filter oli: Permukaan filter atau area dudukannya terlihat basah oleh oli.
- Terdapat tetesan oli di bawah mobil: Oli dapat menetes ke lantai ketika kebocoran pada filter sudah cukup besar.
- Level oli mesin berkurang: Volume oli pada dipstick dapat turun meskipun belum waktunya melakukan penggantian oli.
- Lampu indikator oli menyala: Tekanan atau jumlah oli yang terlalu rendah dapat memicu indikator oli pada beberapa kondisi.
- Tercium bau oli terbakar: Oli yang bocor dan mengenai bagian mesin yang panas dapat menimbulkan bau terbakar.
Baca Juga: Kenali 5 Tanda Mobil Harus Servis Sebelum Terlambat
Penyebab Oli Mobil Bocor

Penyebab Oli Mobil Bocor | Sumber: Magnific
Kebocoran oli dapat berasal dari sambungan maupun komponen yang berfungsi menjaga oli tetap berada di dalam sistem pelumasan.
Adapun penyebab yang umum ditemukan yaitu:
-
Filter oli tidak terpasang dengan benar: Filter yang terlalu longgar atau gasket filter bermasalah dapat membuat oli merembes dari sambungannya.
-
Seal oli mulai aus: Panas dan usia pemakaian dapat membuat seal mengeras atau retak sehingga tidak lagi menahan oli dengan baik.
-
Gasket mengalami kerusakan: Gasket pada bak oli atau valve cover dapat kehilangan kemampuan menutup sambungan dengan rapat.
-
Baut pembuangan oli longgar: Drain plug yang kurang kencang atau washer yang sudah rusak dapat menjadi sumber tetesan oli dari bawah mobil.
-
Bak oli rusak: Benturan dengan jalan atau benda keras dapat membuat bak oli penyok, retak, atau bahkan berlubang.
-
Oli mesin terlalu penuh: Volume oli yang melebihi batas dapat meningkatkan tekanan dan mendorong oli keluar melalui seal atau gasket yang sudah lemah.
-
Tekanan crankcase terlalu tinggi: Gangguan pada sistem ventilasi crankcase, termasuk PCV, dapat meningkatkan tekanan dan mendorong oli keluar melalui titik yang tidak lagi rapat.
Cara Mengatasi Oli Mobil Bocor Sesuai Penyebabnya

Cara Mengatasi Oli Mobil Bocor | Sumber: Magnific
Oli dapat mengalir dari bagian mesin yang lebih tinggi sehingga lokasi tetesan di lantai belum tentu sama dengan sumber masalahnya.
Berikut beberapa cara mengatasi oli mobil bocor:
1. Kencangkan atau Ganti Filter Oli
Jika oli terlihat berasal dari area filter, periksa apakah pemasangannya sudah sesuai. Filter yang longgar perlu dikencangkan sesuai spesifikasi kendaraan, sedangkan filter atau gasket yang rusak sebaiknya diganti.
2. Ganti Seal Oli yang Bocor
Seal oli mobil bocor biasanya perlu ditangani dengan mengganti seal yang sudah mengeras, retak, atau aus.
Posisi seal berbeda-beda dan beberapa di antaranya membutuhkan pembongkaran komponen mesin.
3. Ganti Gasket yang Sudah Rusak
Gasket yang tidak lagi rapat perlu diganti agar sambungan kembali mampu menahan oli. Area di sekitar gasket juga perlu dibersihkan sebelum pemasangan komponen baru.
Pastikan sumber kebocoran sudah teridentifikasi karena rembesan dari bagian atas mesin dapat mengalir hingga ke bawah.
4. Periksa Baut Pembuangan Oli
Jika oli menetes dari bagian bawah bak oli, periksa drain plug beserta washer-nya. Baut yang longgar dapat dikencangkan sesuai torsi, sedangkan washer yang rusak perlu diganti.
Ulir yang sudah aus atau rusak membutuhkan perbaikan lebih lanjut agar baut dapat kembali menutup dengan rapat.
5. Perbaiki atau Ganti Bak Oli yang Rusak
Oli mobil bocor dari bawah setelah mobil mengalami benturan dapat berasal dari bak oli yang rusak. Retakan atau lubang pada komponen ini dapat membuat oli keluar cukup cepat.
Kerusakan pada bak oli sebaiknya diperiksa di bengkel untuk menentukan apakah masih dapat diperbaiki atau perlu diganti.
6. Kurangi Oli Jika Melebihi Batas
Periksa level oli menggunakan dipstick saat mobil berada di permukaan rata dan ikuti prosedur pemeriksaan pada buku manual kendaraan.
Jika volumenya melewati batas maksimum, kelebihan oli perlu dikeluarkan. Untuk mengeluarkan oli, kamu dapat menggunakan alat sedot oli mesin.
7. Periksa Sistem Ventilasi Crankcase
Tekanan crankcase yang terlalu tinggi dapat mendorong oli keluar melalui seal dan gasket. Salah satu bagian yang perlu diperiksa adalah sistem PCV untuk memastikan aliran gas tidak tersumbat.
Oli Mobil Bocor Apakah Bahaya?
Oli mobil bocor bisa berbahaya jika membuat volume oli mesin terus berkurang. Mesin membutuhkan oli untuk mengurangi gesekan dan menjaga komponen bergerak tetap terlumasi.
Kebocoran yang dibiarkan dapat membuat level oli turun hingga pelumasan tidak mencukupi. Oli yang mengenai komponen bersuhu tinggi juga dapat menghasilkan asap atau bau terbakar.
Jika tetesan berubah menjadi genangan, indikator oli menyala, atau level oli turun dengan cepat, sebaiknya jangan terus menggunakan kendaraan sebelum sumber masalah diperiksa.
Baca Juga: Perbedaan Aki Lemah dan Dinamo Starter yang Bermasalah
Biaya Perbaikan Oli Mobil Bocor
Biaya perbaikan oli mobil bocor bergantung pada sumber kebocoran. Namun berkisar dari Rp300.000–Rp800.000 tergantung kendaraan dan bengkel.
Masalah sederhana seperti washer drain plug atau filter oli biasanya membutuhkan biaya lebih rendah dibandingkan penggantian seal yang posisinya sulit dijangkau.
Untuk kebocoran yang membutuhkan penggantian gasket atau seal sekaligus pembongkaran komponen, total biaya dapat lebih tinggi karena terdapat ongkos pengerjaan.
Dapatkan Peralatan Perawatan Mobil di Fixcomart
Pekerjaan pada bagian bawah kendaraan membutuhkan peralatan yang tepat dan prosedur keselamatan yang baik.
Untuk kebutuhan perawatan oli, kamu dapat menggunakan TEKIRO Alat Sedot Oli Mesin saat perlu mengeluarkan oli.
Temukan juga berbagai kebutuhan perkakas dan perlengkapan otomotif melalui FIXCOMART dan pilih produk sesuai pekerjaan yang akan dilakukan. Khusus pembelian pertama, jangan lupa klaim voucher diskon pembelian pertama.
Ingat, jangan bekerja di bawah mobil yang hanya ditopang dongkrak. Gunakan jack stand pada titik penopang yang sesuai sebelum melakukan pemeriksaan atau pekerjaan di bawah kendaraan.
FAQ
1. Jika Oli Rembes, Apa yang Harus Dilakukan?
Periksa level oli dan cari area yang terlihat basah untuk mengetahui perkiraan sumber rembesan. Jika oli berkurang cepat atau sumber kebocoran tidak dapat ditemukan, sebaiknya bawa mobil ke bengkel.
2. Kenapa Oli Bocor dari Bawah?
Oli dapat bocor dari bawah akibat filter oli, drain plug, gasket bak oli, seal, atau bak oli yang rusak. Lokasi tetesan tidak selalu menunjukkan sumber kebocoran karena oli dapat mengalir dari bagian mesin yang lebih tinggi.
3. Apakah Mobil dengan Oli Bocor Masih Boleh Dipakai?
Tergantung tingkat kebocorannya, tetapi kebocoran tidak sebaiknya diabaikan. Jika level oli turun cepat, muncul genangan besar, atau indikator tekanan oli menyala, hentikan penggunaan kendaraan dan lakukan pemeriksaan.
4. Apakah Seal Oli Mobil yang Bocor Harus Diganti?
Seal yang sudah aus, retak, atau mengeras umumnya perlu diganti untuk menghentikan kebocoran. Lokasi seal menentukan seberapa banyak komponen yang perlu dibongkar saat perbaikan.















