MCB Sering Turun padahal Tidak Dipakai? Ini Penyebab & Solusinya
Share

MCB yang tiba-tiba turun atau jeglek tentu mengganggu, terlebih jika listrik sedang tidak banyak digunakan.
Kondisi ini sering membuat bingung karena banyak orang mengira MCB hanya akan turun ketika terlalu banyak perangkat elektronik dinyalakan secara bersamaan.
Padahal, alasan kenapa listrik sering turun padahal tidak dipakai tidak selalu berhubungan dengan banyaknya perangkat yang sedang aktif.
Masalah dapat berasal dari perangkat elektronik yang bermasalah atau MCB itu sendiri. Lalu, kenapa MCB sering turun dan bagaimana cara mengatasinya? Mari simak penyebab, tanda, dan langkah pemeriksaannya di artikel ini!
Kenapa MCB Sering Turun?
MCB | Picture by Tools Week
MCB atau Miniature Circuit Breaker merupakan perangkat pengaman yang akan memutus aliran listrik ketika terjadi kondisi tertentu pada rangkaian.
Jadi, MCB yang turun sebenarnya belum tentu berarti MCB rusak. Dalam banyak kasus, perangkat tersebut justru sedang menjalankan fungsi perlindungannya.
Namun, apabila MCB terus turun berulang kali, terdapat beberapa kemungkinan penyebab yang perlu diperiksa, yaitu:
1. Beban Listrik Terlalu Tinggi
Overload menjadi salah satu penyebab paling umum MCB turun. Kondisi ini terjadi ketika total arus dari perangkat yang digunakan melebihi kapasitas yang dapat ditangani MCB.
Ketika beban melewati batasnya, MCB akan memutus aliran listrik untuk mencegah kabel mengalami panas berlebihan.
2. Terjadi Korsleting
Jika MCB langsung turun ketika dinaikkan atau ketika sebuah perangkat dicolokkan, kemungkinan lain adalah terjadi hubungan pendek atau korsleting.
3. Ada Perangkat Elektronik yang Bermasalah
Penyebabnya belum tentu berasal dari instalasi rumah. Perangkat elektronik tertentu juga dapat menarik arus berlebihan akibat kerusakan internal.
Jika MCB selalu turun saat perangkat tertentu dihubungkan, perangkat tersebut perlu diperiksa terlebih dahulu.
4. Sambungan atau Instalasi Kabel Bermasalah
Sambungan yang longgar atau kabel yang tidak sesuai dengan beban dapat menimbulkan panas. Kabel sendiri mempunyai kemampuan membawa arus tertentu sehingga ukuran kabel harus disesuaikan.
5. MCB Mulai Bermasalah
Jika MCB terlalu sering turun tanpa penyebab yang jelas atau casing berubah warna, sebaiknya segera diperiksa oleh teknisi diperlukan untuk memastikan apakah masalah memang berasal dari MCB atau justru dari instalasi di belakangnya.
Baca Juga: 7 Penyebab Stop Kontak Mengeluarkan Percikan Api
Kenapa Listrik Sering Turun padahal Tidak Dipakai?
Jika perangkat besar tidak sedang digunakan tetapi MCB tetap turun, jangan langsung menyimpulkan bahwa daya rumah terlalu kecil.
Masih mungkin terdapat perangkat yang tetap tersambung, perangkat yang mengalami gangguan, sambungan kabel yang bermasalah, ataupun kerusakan pada rangkaian.
Jika semua peralatan sudah dicabut tetapi MCB langsung turun kembali, masalah lebih mungkin berada pada instalasi atau breaker dan sebaiknya tidak dipaksa terus-menerus ke posisi ON.
Tanda Meteran Listrik Turun
Tandanya cukup mudah dikenali, tetapi beberapa gejala tertentu juga dapat menunjukkan masalah yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Jika terdapat bau terbakar atau percikan, jangan terus mencoba menaikkan MCB. Hentikan penggunaan dan minta pemeriksaan profesional.
Berikut tanda meteran listrik turun yang perlu kamu waspadai:
- Lampu dan perangkat pada rangkaian tertentu tiba-tiba mati.
- Posisi tuas MCB berubah ke OFF atau posisi trip.
- Setelah MCB di-reset, listrik kembali menyala.
- MCB langsung turun kembali beberapa saat setelah dinaikkan.
- MCB atau area panel terasa tidak normal, misalnya sangat panas.
- Terdapat perubahan warna atau bekas terbakar di sekitar MCB.
- Muncul suara buzzing atau humming dari area panel.
Cara Mengatasi MCB Turun Terus
Cara mengatasi MCB turun terus sebaiknya dimulai dari pemeriksaan paling sederhana dan aman.
Tujuannya untuk mengetahui apakah pemicunya berasal dari beban atau perangkat tertentu. Adapun langkah yang dapat dilakukan yaitu:
- Matikan dan cabut perangkat elektronik pada rangkaian yang kehilangan listrik.
- Posisikan tuas MCB sepenuhnya ke OFF terlebih dahulu.
- Setelah itu, naikkan kembali ke posisi ON untuk melakukan reset.
- Jika MCB bertahan pada posisi ON, hubungkan perangkat kembali satu per satu.
- Perhatikan apakah MCB turun setelah perangkat tertentu digunakan.
- Hindari menyalakan beberapa perangkat berdaya besar secara bersamaan pada rangkaian yang sama.
- Jika MCB langsung turun meskipun seluruh perangkat sudah dicabut, hentikan percobaan reset berulang dan panggil teknisi listrik.
Penggunaan alat ukur seperti multimeter digital dapat membantu pemeriksaan tegangan atau perangkat tertentu bagi pengguna yang memahami prosedur pengukurannya.
Cara ini dapat membantu menilai kebutuhan pemeriksaan listrik dan elektronik Untuk penggantian MCB sebaiknya tetap dilakukan tenaga yang kompeten.
Cara Menghitung MCB yang Dibutuhkan

Picture by Magnific
Kapasitas MCB dinyatakan dalam ampere (A). Untuk mendapatkan gambaran sederhana kebutuhan arus, perhitungan dapat menggunakan hubungan daya, tegangan, dan arus:
P = V × I
Sehingga:
I = P ÷ V
Keterangan:
- P = daya dalam watt atau VA pada contoh sederhana
- V = tegangan dalam volt
- I = arus dalam ampere
- Sebagai contoh, Schneider Electric Indonesia memberikan ilustrasi daya 2.200 VA dengan tegangan 220 V:
2.200 ÷ 220 = 10 A
Sehingga contoh tersebut menggunakan MCB 10 A 1P.
Namun, jangan langsung mengganti MCB dengan ampere lebih besar. Khusus MCB pembatas pada kWh meter PLN, menggantinya dengan kapasitas yang melebihi batas daya kontrak termasuk tindakan yang tidak diperbolehkan.
Karena itu, jika MCB rumah sering turun akibat kebutuhan daya yang memang sudah meningkat, solusi yang benar bukan sekadar memasang MCB lebih besar.
Baca Juga: Cara Mengatasi Saklar Lampu Stop Kontak Mati tapi Listrik Nyala
Bahaya Listrik Sering Jeglek
Listrik sering jeglek secara berulang bukan kondisi yang sebaiknya dibiarkan. Frekuensi trip yang terus terjadi dapat menjadi tanda adanya masalah pada sistem kelistrikan.
Jika penyebab utamanya tidak diperbaiki, beberapa risiko yang perlu diwaspadai antara lain:
- Kabel atau sambungan mengalami panas berlebihan.
- Stop kontak atau komponen kelistrikan mengalami kerusakan.
- Perangkat elektronik berulang kali kehilangan suplai listrik.
- Korsleting atau gangguan instalasi tetap tidak teratasi.
- Risiko kerusakan instalasi dan kebakaran meningkat apabila terdapat panas berlebih atau korsleting.
Siapa yang Bertanggung Jawab Jika MCB Turun?

Picture by Magnific
PLN menjelaskan bahwa instalasi di dalam rumah merupakan tanggung jawab pelanggan, sedangkan tanggung jawab PLN berada sampai kWh meter pelanggan.
Artinya:
- Jika masalah berada pada kWh meter atau perangkat pembatas milik PLN, hubungi PLN melalui kanal pengaduan resminya.
- Jika masalah berasal dari instalasi setelah meter, pemeriksaan menjadi tanggung jawab pemilik instalasi dan sebaiknya dilakukan teknisi listrik yang kompeten.
- Jika belum mengetahui lokasi gangguannya, jangan membongkar kWh meter atau perangkat yang bersegel. Hubungi pihak yang sesuai jika masalah terus terjadi.
Lengkapi Kebutuhan Pengecekan Kelistrikan di Fixcomart
MCB yang sering turun perlu dicari penyebabnya terlebih dahulu, bukan langsung diganti dengan kapasitas yang lebih besar.
Untuk pemeriksaan sederhana pada perangkat listrik, kamu dapat menggunakan berbagai perlengkapan kelistrikan di Fixcomart.
Beberapa produk yang dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan antara lain Tekiro Digital Multimeter True RMS untuk berbagai pengukuran listrik dan Tekiro Tespen AC 105–250V untuk membantu mengetahui keberadaan tegangan pada penggunaan yang sesuai.
Spesifikasi dan ketersediaan masing-masing produk dapat berubah, sehingga cek kembali halaman produk sebelum membeli.
Kamu juga bisa melihat berbagai kebutuhan perkakas lainnya melalui Fixcomart dan cek promo Fixcomart yang sedang berlaku sebelum menyelesaikan pembelian.
FAQ
Beberapa kondisi MCB mempunyai pola yang berbeda. Waktu MCB turun dan respons setelah di-reset dapat memberikan petunjuk awal mengenai kemungkinan sumber masalah.
Untuk itu mari simak jawaban atas pertanyaan yang sering muncul berikut:
1. Bagaimana jika MCB Turun Tidak Mau Naik?
Jika MCB turun tidak mau naik atau langsung kembali ke posisi trip meskipun seluruh perangkat sudah dicabut, jangan menahan atau memaksa tuas tetap ON.
Kondisi tersebut dapat menunjukkan masalah pada instalasi atau MCB dan perlu diperiksa teknisi.
2. Kenapa MCB Turun setelah 1 Jam?
MCB yang turun setelah beberapa waktu dapat berkaitan dengan overload yang bekerja melalui mekanisme termal.
Periksa apakah terdapat AC, pemanas air, pompa, rice cooker, atau perangkat lain yang bekerja dalam durasi panjang.
3. Bagaimana Cara Mengatasi Meteran Listrik Sering Jeglek?
Jika MCB tetap jeglek meskipun tidak ada perangkat yang terhubung, atau terdapat panas, bau terbakar, suara tidak normal, maupun bekas gosong, segera hentikan penggunaan dan lakukan pemeriksaan oleh teknisi listrik.















