Jenis Mata Bor untuk Baja Keras: HSS, Cobalt, atau Carbide?
Share
Jika kamu mengalami masalah di mana mata bor sudah berputar, tetapi lubang pada baja tidak kunjung terbentuk, bisa jadi karena mata bor yang digunakan salah.
Justru yang terjadi mata bor menjadi cepat panas meskipun pengeboran baru dilakukan sebentar.
Hal ini bisa karena tidak semua baja mempunyai tingkat kekerasan yang sama. Baja yang sudah melalui proses pengerasan membutuhkan mata bor yang lebih kuat.
Kalau jenis mata bor tidak sesuai, menaikkan kecepatan putaran belum tentu membuat pengeboran lebih cepat. Mata bor bisa tumpul atau bahkan patah jika dipaksa.
Karena itu, mari kenali dulu jenis mata bor untuk baja keras beserta karakteristiknya sebelum mulai mengebor!
Kenapa Baja Keras Lebih Sulit Dibor?
Baja keras atau hardened steel merupakan baja yang telah melalui proses tertentu untuk meningkatkan kekerasan dan ketahanannya terhadap keausan.
Sifat inilah yang membuat permukaannya lebih sulit dipotong dibandingkan baja biasa. Saat mata bor bersentuhan dengan baja, gesekan akan menghasilkan panas.
Karena itu, jangan menyamakan baja lunak, stainless steel, dan hardened steel. Ketiganya termasuk material logam, tetapi karakter saat dibor bisa berbeda.
Untuk pekerjaan pada baja biasa, mata bor logam HSS sering kali sudah memadai. Namun, untuk baja yang sudah dikeraskan, kamu membutuhkan jenis mata bor yang lebih tahan terhadap panas dan keausan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Mata Bor Besi Terbaik untuk Berbagai Kebutuhan
Jenis Mata Bor untuk Baja Keras

Jenis Mata Bor HSS | Picture by Tenyu Tool
Material mata bor perlu diperhatikan saat berhadapan dengan baja. HSS, cobalt, hingga carbide mempunyai karakteristik dan penggunaan yang berbeda.
Berikut beberapa jenis mata bor untuk baja yang perlu kamu ketahui:
1. Mata Bor HSS
Mata bor HSS atau High Speed Steel adalah material yang umum digunakan pada mata bor logam.
Dibandingkan carbon steel biasa, HSS lebih mampu mempertahankan kekerasannya ketika temperatur meningkat selama proses pengeboran.
Mata bor HSS cocok untuk berbagai pekerjaan pada besi dan baja yang tidak terlalu keras. Namun, HSS biasa bukan selalu pilihan pertama untuk hardened steel.
Ciri-ciri:
- Berwarna hitam, silver, atau abu-abu
- Bentuk ujung runcing dengan dua sisi mata potong
- Permukaan logam halus dan mengilap
- Tidak memiliki lapisan warna khusus
- Umumnya tersedia dengan ukuran kecil hingga besar
2. Mata Bor Cobalt
Untuk baja yang lebih keras, gunakan mata bor cobalt. Bahan ini terbuat dari cobalt yang dicampurkan ke dalam material mata bor sehingga lebih mampu mempertahankan cutting edge saat menghadapi panas dan material yang sulit dipotong.
Mata bor cobalt juga tersedia dalam beberapa grade. Dua yang cukup umum adalah M35 dan M42:
- M35 Cobalt: Umumnya menggunakan kandungan cobalt sekitar 5% dan cukup keras untuk menghadapi berbagai jenis baja.
- M42 Cobalt: Mempunyai kandungan cobalt lebih tinggi, umumnya sekitar 8%. Tingkat kekerasannya lebih tinggi sehingga cocok untuk material yang sulit dipotong, termasuk hardened steel.
Ciri-ciri:
- Warna kuning keemasan atau bronze
- Permukaan terlihat lebih matte dibanding HSS biasa
- Memiliki bentuk spiral (flute)
- Bagian ujung terlihat lebih kokoh dan tebal
- Biasanya diberi tanda M35 atau M42 pada kemasan atau produknya
3. Mata Bor Berlapis Titanium
Jenis mata bor untuk baja keras berikutnya yaitu mata bor titanium. Pada dasarnya, ini adalah mata bor berbahan dasar HSS yang diberi lapisan seperti titanium nitride atau TiN.
Lapisan tersebut membantu mengurangi gesekan serta meningkatkan ketahanan permukaan terhadap panas.
Jenis ini lebih cocok untuk material yang tidak terlalu keras seperti mild steel. Namun, lapisan titanium akan berkurang ketika cutting edge mulai aus atau diasah.
Ciri-ciri:
- Warna emas kekuningan
- Tampilan lebih mengilap dibanding HSS biasa
- Lapisan warna terlihat merata pada bagian batang dan alur spiral
- Bentuk fisik menyerupai mata bor HSS
4. Mata Bor Carbide
Material carbide digunakan pada berbagai cutting tool untuk menghadapi material keras. Kekerasannya membuat carbide mampu digunakan pada baja yang sulit dipotong.
Namun, carbide juga relatif brittle. Mata bor jenis ini membutuhkan kondisi pengeboran yang stabil dan lebih cocok digunakan pada mesin daripada bor tangan untuk pekerjaan rumahan.
Ciri-ciri:
- Warna abu-abu gelap atau hitam
- Ujung mata bor terlihat kokoh dan tajam
- Bentuknya cenderung lebih pendek dan kaku
- Bagian cutting edge terlihat lebih tebal
- Tidak mudah melengkung karena materialnya keras
- Cara Memilih Mata Bor untuk Baja Keras
Memilih mata bor bukan hanya soal mencari material yang paling keras. Jenis baja, alat yang digunakan, dan diameter lubang juga perlu diperhatikan.
Saat memilih, berikut hal yang perlu dipertimbangkan:
- Kenali Jenis Baja yang akan Dibor: Jika mata bor HSS hanya berputar di permukaan tanpa menghasilkan potongan, materialnya bisa jadi terlalu keras.
- Sesuaikan Material Mata Bor: Untuk hardened steel, mata bor cobalt lebih sesuai karena mampu mempertahankan ketajaman pada temperatur tinggi, sedangkan carbide lebih cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan tingkat kekerasan tinggi.
- Sesuaikan dengan Mesin Bor: Untuk material yang sangat keras atau lubang berdiameter besar, drill press dapat membantu menjaga posisi mata bor lebih konsisten.
- Perhatikan Diameter Lubang: Untuk membuat lubang berdiameter besar, kamu bisa memulai dengan mata bor yang lebih kecil terlebih dahulu. Setelah lubang awal terbentuk, lanjutkan dengan ukuran mata bor yang dibutuhkan.
Rekomendasi Mata Bor untuk Baja yang Bagus
Pemilihan mata bor sebaiknya mengikuti tingkat kekerasan material. Tidak semua pekerjaan baja membutuhkan mata bor dengan spesifikasi yang sama.
Lihat rekomendasi berikut kalau kamu sedang membutuhkan mata bor untuk baja:
1. RYU HSS PRO 1.0–9.5 mm

RYU HSS PRO Mata Bor
Untuk membuat lubang berdiameter kecil hingga menengah pada besi atau baja umum, RYU HSS PRO tersedia dalam pilihan ukuran mulai dari 1 mm hingga 9,5 mm.
Pilihan ukuran satuan cocok kalau kamu hanya membutuhkan diameter tertentu tanpa harus membeli satu set mata bor. Tinggal sesuaikan ukuran dengan lubang yang akan dibuat.
2. RYU HSS PRO 10.0–13.0 mm

RYU HSS Mata Bor
Kalau membutuhkan lubang dengan diameter lebih besar, kamu bisa memilih RYU HSS PRO Mata Bor Besi 10.0–13.0 mm.
Ukuran ini lebih sesuai untuk pekerjaan yang membutuhkan lubang besar pada besi atau baja umum.
3. RYU Mata Bor Set 41 Pcs

RYU Mata Bor Set 41 Pcs
Kalau pekerjaan tidak hanya melibatkan logam, sebaiknya miliki RYU Mata Bor Set yang di dalamnya sudah termasuk mata bos HSS, besi, beton hingga kayu 41 Pcs.
4. Mata Bor HSS Cobalt

RYU Cobalt HSS Mata Bor
Untuk baja yang lebih keras, mata bor HSS cobalt lebih sesuai dibandingkan HSS biasa karena mempunyai ketahanan yang lebih baik terhadap panas dan keausan.
Produk jenis ini lebih pas dipilih kalau kamu sering mengebor baja yang sulit ditembus oleh mata bor HSS biasa.
Apakah Bisa Menggunakan Mata Bor Kayu atau Beton untuk Baja?
Mata bor mungkin terlihat mirip dari kejauhan, tetapi bentuk cutting edge-nya dibuat mengikuti material yang akan dikerjakan.
Karena itu, menggunakan mata bor yang tersedia di kotak perkakas tanpa memperhatikan jenisnya dapat membuat pengeboran tidak efektif.
Lalu apakah mata bor kayu bisa untuk baja? Sebaiknya tidak. Mata bor kayu biasanya mempunyai ujung runcing di bagian tengah untuk membantu memotong serat kayu.
Bentuk tersebut tidak dirancang untuk menghadapi permukaan baja keras. Kalau dipaksakan pada baja, ujungnya dapat cepat aus atau rusak.
Baca Juga: 5 Perbedaan Mata Bor Kayu dan Mata Bor Besi
Sering Mengebor Besi? Siapkan Mata Bor dengan Ukuran yang Lebih Lengkap!
Kalau sering mengerjakan besi atau baja, kebutuhan diameter lubang bisa berbeda-beda. Daripada mencari mata bor baru setiap kali membutuhkan ukuran tertentu, lebih praktis kalau kamu punya set HSS mata bor besi dari RYU yang terdiri dari beberapa ukuran sekaligus.
Kalau kamu belinya di Fixcomart, kamu bisa menggunakan voucher diskon pembelian pertama agar belanja perkakas jadi lebih hemat.
Langsung saja jelajahi pilihan produk Fixcomart lainnya untuk melengkapi kebutuhan pekerjaanmu agar membuat proyek semakin mudah dan leluasa.
FAQ
Masih memiliki pertanyaan seputar mata bor untuk baja keras? Langsung saja simak jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Mata Bor Apa yang Cocok untuk Baja Keras?
Mata bor cobalt menjadi salah satu pilihan yang lebih sesuai untuk baja keras karena mampu mempertahankan cutting edge saat menghadapi panas dan material keras.
2. Apakah Mata Bor HSS Bisa untuk Baja?
Bisa. Mata bor HSS cocok untuk banyak pekerjaan pada besi dan baja, tetapi untuk hardened steel, cobalt umumnya lebih sesuai.
3. Apa Perbedaan Mata Bor HSS dan Cobalt?
HSS merupakan material mata bor logam yang umum digunakan. Cobalt menggunakan campuran material yang lebih mampu mempertahankan kekerasan ketika mengebor logam keras dan menghasilkan panas tinggi.
4. M35 dan M42 Cobalt, Mana yang Lebih Cocok?
M35 lebih forgiving sehingga praktis untuk bor tangan. M42 lebih keras dan sesuai untuk material yang sulit dipotong, tetapi juga lebih brittle sehingga membutuhkan pengeboran yang stabil.
5. Apakah Mata Bor Beton Bisa untuk Baja?
Sebaiknya tidak. Mata bor beton dirancang untuk material masonry, sedangkan baja membutuhkan mata bor dengan cutting edge yang memang dibuat untuk logam.
6. Apakah Mata Bor Kayu Bisa untuk Baja?
Sebaiknya tidak. Bentuk ujung mata bor kayu dirancang untuk memotong kayu dan dapat cepat aus jika dipaksakan pada baja.
7. Kenapa Mata Bor Tidak Bisa Menembus Baja?
Penyebabnya bisa karena mata bor sudah tumpul, jenisnya tidak sesuai, atau kecepatan pengeboran menghasilkan terlalu banyak panas. Periksa ketiga hal tersebut sebelum menambah tekanan pada bor.















