10 Jenis Mata Bor dan Dampak Penggunaan yang Tidak Tepat

Kalian mungkin pernah merasakan tiba-tiba mata bor tumpul saat digunakan? Kondisi tersebut biasanya tidak terjadi begitu saja. Umumnya, kesalahan memilih jenis mata bor yang tidak sesuai dengan fungsi menjadi pemicunya.

Penting diingat bahwa setiap mata bor dirancang sesuai dengan kegunaannya. Untuk itu, mengetahui setiap jenis-jenis mata bor menjadi salah satu hal yang bisa membantu pengguna meminimalisir kejadian mata bor tumpul hingga patah.

10 Jenis Mata Bor yang Umum Digunakan

Berikut ini beberapa jenis mata bor yang umum digunakan dalam berbagai pekerjaan, baik di bengkel, proyek konstruksi, maupun kebutuhan rumah tangga. Simak penjelasan lengkapnya. 

1. Mata Bor Besi (HSS)

Jenis yang pertama biasanya digunakan untuk mengebor besi, baja ringan, dan logam umum. Mata bor ini paling sering dijumpai karena fleksibel dan cocok untuk berbagai pekerjaan bengkel maupun rumah tangga.

2. Mata Bor Kayu

Mata bor selanjutnya dirancang khusus untuk material kayu seperti furnitur atau kerajinan tangan  dengan ciri khas ujung yang runcing agar pengeboran lebih presisi. Biasanya, mata bor ini memiliki ulir pisau yang tajam di pinggirnya untuk memastikan serat kayu terpotong dengan rapi.

3. Mata Bor Beton

Saat berurusan dengan material keras seperti beton, mata bor beton menjadi pilihan tepat. Ciri mata bor ini memiliki ujung carbide yang keras untuk menembus beton, tembok, bahkan batu. Biasanya komponen ini dibarengi dengan mesin bor impact atau hammer drill.

4. Mata Bor Keramik & Kaca

Penggunaan mata bor untuk keramik atau kaca biasanya untuk material yang keras namun mudah rapuh seperti keramik dan kaca. Proses penyebarannya perlu dilakukan dengan kecepatan rendah agar material tidak rusak.

5. Mata Bor Step (Step Drill)

Berikutnya adalah mata bor yang memiliki bentuk bertingkat sehingga memudahkan untuk membuat  beberapa lubang sekaligus. Biasanya diaplikasikan pada pelat tipis dan pekerjaan panel listrik ataupun logam.

6. Mata Bor Forstner

Digunakan khusus untuk kayu dengan hasil lubang yang datar dan rapi. Sering dipakai pada pekerjaan furniture dan kabinet.

7. Mata Bor Hole Saw

Berfungsi untuk membuat lubang berdiameter besar. Biasanya digunakan pada kayu, gypsum, dan lembaran logam tipis. Menggunakan mata bor hole saw akan mempermudah pengerjaan .

8. Mata Bor Stainless Steel (Drill Bit HSS)

Dirancang untuk material logam keras seperti stainless steel. Biasanya terbuat dari material berkualitas lebih tinggi agar tidak cepat tumpul.

9. Mata Bor Countersink

Digunakan untuk membuat dudukan kepala sekrup agar rata dengan permukaan material. Umum dipakai pada pekerjaan finishing kayu dan logam.

10. Mata Bor Auger

Mata bor kayu dengan ulir panjang yang mampu menarik serpihan keluar dengan cepat. Cocok untuk pengeboran kayu tebal dan dalam.

Baca juga: Cara Perawatan Mesin Bor yang Benar

Dampak Salah Memilih Jenis Mata Bor

Salah memilih mata bor sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa langsung terasa saat pengeboran. Berikut beberapa dampak yang bisa terjadi saat memilih jenis mata bor yang tidak sesuai

1. Mata Bor Cepat Tumpul

Penggunaan mata bor yang tidak sesuai material (misalnya HSS untuk beton) membuat ujung mata bor cepat aus dan kehilangan ketajaman. Akibatnya, mata bor tidak lagi mampu memotong material secara optimal meski masih terlihat layak pakai.

2. Hasil Lubang Tidak Rapi

Lubang bisa melebar, tidak presisi, atau tepiannya pecah karena karakter mata bor tidak cocok dengan material yang dibor. Kondisi ini dapat mengganggu pemasangan baut, fisher, atau komponen lain.

3. Risiko Mata Bor Patah

Material terlalu keras atau teknik pengeboran yang tidak sesuai dapat membuat mata bor menerima beban berlebih hingga patah. Selain merusak mata bor, hal ini juga berpotensi membahayakan pengguna.

4. Mesin Bor Bekerja Lebih Berat

Mata bor yang salah memaksa mesin bekerja ekstra, berpotensi menyebabkan motor cepat panas atau menurunkan umur mesin bor. Dalam jangka panjang, performa mesin bor bisa menurun lebih cepat.

5. Pekerjaan Jadi Tidak Efisien

Proses pengeboran jadi lebih lama, sering berhenti, bahkan perlu ganti mata bor di tengah pekerjaan. Waktu dan biaya pengerjaan pun jadi lebih boros dari seharusnya.

 

Back to blog