Fungsi Mesin Las TIG dan Kegunaannya untuk Pengelasan Presisi
Share

Fungsi mesin las TIG dan kegunaannya untuk pengelasan presisi penting dalam industri logam karena mampu menghasilkan sambungan yang kuat dan minim percikan. Mesin ini digunakan untuk menyambung berbagai logam dengan tingkat ketelitian tinggi, sehingga banyak dipakai di otomotif, fabrikasi, hingga teknik.
Dibanding metode las lainnya, las TIG menghasilkan pengelasan yang lebih stabil dengan bantuan gas pelindung seperti argon yang menjaga area las dari kontaminasi. Karena itu, memahami fungsi, kegunaan, dan perlengkapan mesin las TIG penting sebelum memilih alat yang sesuai kebutuhan pekerjaan.
Apa Itu Mesin Las TIG?

Picture by Canva.com
Mesin las TIG atau Tungsten Inert Gas merupakan jenis las listrik yang menggunakan elektroda tungsten sebagai penghantar arus sekaligus gas inert, biasanya gas argon sebagai pelindung area pengelasan. Metode ini termasuk dalam proses Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) yang dikenal mampu menghasilkan las dengan kualitas tinggi dan tampilan lebih rapi.
Pada prosesnya, gas argon berfungsi melindungi logam las dari kontaminasi udara, oksigen, maupun kotoran yang dapat mempengaruhi kualitas sambungan. Karena tingkat presisinya cukup tinggi, mesin las TIG sering digunakan untuk pengelasan material tipis hingga pekerjaan fabrikasi detail yang membutuhkan hasil lebih bersih.
Fungsi & Kelebihan Mesin Las TIG

Picture by Canva.com
Kemampuan menghasilkan sambungan las yang stabil membuat mesin las TIG digunakan pada berbagai kebutuhan industri maupun teknik. Selain untuk pengelasan yang detail, metode ini juga cocok digunakan pada material yang sensitif terhadap panas dan oksidasi.
Menghasilkan Las yang Lebih Rapi dan Presisi
Las TIG dikenal mampu menghasilkan sambungan yang lebih halus dengan percikan yang minim. Kontrol panas yang lebih stabil membantu hasil pengelasan terlihat lebih detail sehingga banyak digunakan pada pekerjaan fabrikasi, stainless steel, dan pembuatan komponen detail.
Cocok untuk Material Tipis
Pengaturan arus yang lebih detail membuat mesin las TIG ideal digunakan pada material tipis seperti aluminium, pipa stainless, hingga plat kendaraan. Risiko material berlubang saat proses pengelasan juga cenderung lebih kecil dibanding metode las lainnya.
Digunakan untuk Industri dan Fabrikasi
Dalam dunia industri, mesin las TIG sering dimanfaatkan untuk pengelasan tangki, pipa saluran gas, konstruksi ringan, hingga komponen otomotif. Hasil sambungan yang kuat membuat proses pengelasan lebih aman untuk kebutuhan teknik dengan standar tinggi.
Baca juga: Pahami Penjelasan dan Fungsi Las MMA dalam Dunia Teknik
Material yang Bisa Dilas Menggunakan Mesin Las TIG

Picture by Canva.com
Tidak semua mesin las cocok digunakan pada berbagai jenis logam. Salah satu keunggulan las TIG terletak pada kemampuannya mengelas banyak material dengan hasil yang tetap stabil dan bersih.
1. Stainless Steel (304, 316, 321, 17-4, 410)
Stainless steel menjadi salah satu logam yang paling sering dilas menggunakan mesin las TIG karena hasil sambungannya lebih bersih dan minim perubahan warna. Jenis material ini banyak digunakan pada industri makanan, pipa, fabrikasi, hingga otomotif.
2. Nickel Alloys (Inconel, Hastelloy, Waspaloy)
Inconel, Hastelloy, dan Waspaloy dikenal mampu bertahan pada suhu serta tekanan tinggi. Karena itu, pengelasan TIG sering dipilih untuk membantu menghasilkan sambungan yang stabil dan mengurangi risiko retak pada material nickel alloy.
3. Alumunium Alloy (3003, 5052, 6061)
Bobot yang ringan dan ketahanan korosi membuat aluminium alloy banyak digunakan pada konstruksi dan otomotif. Proses las TIG membantu pengelasan aluminium dengan hasil sambungan yang halus dan lebih mudah dikontrol.
4. Carbon and Low Alloy Steel
Penggunaan carbon steel dan low alloy steel cukup umum pada rangka, pipa, hingga konstruksi mesin. Mesin las TIG membantu menghasilkan sambungan yang kokoh dan lebih bersih untuk kebutuhan fabrikasi maupun pekerjaan teknik.
5. Cobalt Alloys Haynes (188 dan L605)
Cobalt alloy seperti Haynes 188 dan L605 memiliki ketahanan tinggi terhadap panas dan korosi. Material ini umumnya digunakan pada industri penerbangan serta mesin bertekanan tinggi sehingga membutuhkan proses pengelasan yang stabil menggunakan mesin las TIG.
6. Refractory Alloys ( Molybdenum tungsten )
Material refractory alloy seperti molybdenum dan tungsten dikenal tahan terhadap suhu ekstrem. Karena karakter logamnya cukup sensitif, pengelasan TIG digunakan untuk membantu menjaga kualitas sambungan tetap tahan lama dan minim kerusakan.
7. Copper Alloys ( Aluminium Bronze, Nibral Bronze, Pure Copper )
Jenis copper alloy seperti aluminium bronze dan pure copper memiliki kemampuan penghantar panas yang tinggi. Penggunaan las TIG membantu kontrol panas lebih stabil sehingga hasil pengelasan terlihat lebih akurat dan minim cacat.
8. Titanium
Kekuatan tinggi dengan bobot yang ringan membuat titanium banyak digunakan pada dunia medis, otomotif, dan penerbangan. Pengelasan TIG membantu melindungi material dari kontaminasi udara agar kualitas sambungan tetap bersih dan kokoh.
Kelebihan dan Kekurangan Mesin Las TIG

Picture by Canva.com
Selain fungsi dan kegunaan mesin las TIG, penting memahami kelebihan serta kekurangannya agar penggunaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan. Yuk, simak penjelasan kelebihan dan kekurangan mesin las TIG di bawah Ini.
Kelebihan Menggunakan Mesin Las TIG
- Hasil las lebih rapi dan minim percikan
- Dalam atmosfer terdapat berbagai pengotor yang dapat mengurangi kualitas hasil las.
- Dapat digunakan untuk membuat root pass yang berkualitas/bermutu tinggi dari arah 1 sisi pada beragam jenis bahan
- Kecepatan gerak TIG lebih rendah sehingga pengamatan untuk mengendalikan logam las ketika penyatuan dan pengisian menjadi lebih mudah.
Kekurangan Menggunakan Mesin Las TIG
- Dibandingkan dengan proses las lainnya, laju pengisian TIG/GTAW lebih rendah
- Agar pada pengelasan dari arah 1 sisi dihasilkan hasil las yang berkualitas tinggi, diperlukan kontrol kelurusan sambungan yang lebih ketat
- Agar terhindar dari cacat-cacat gas dan porosity, TIG/GTAW membutuhkan kebersihan sambungan yang tentunya lebih baik
- Untuk kecepatan udara di atas 5 mph, perlu perlindungan ekstra hati-hati guna mempertahankan perlindungan inert gas di atas kawah las
Baca juga: Rekomendasi Hammer Drill Beton Terbaik 2026
Alat yang digunakan untuk Mesin Las TIG

Picture by Canva.com
Selain mesin las, terdapat beberapa perlengkapan pendukung yang membantu proses pengelasan berjalan lebih optimal dan aman digunakan. Setiap alat memiliki fungsi berbeda untuk menjaga kestabilan arus, aliran gas, hingga kualitas hasil pengelasan.
Welding Torch Set
Welding torch set berfungsi sebagai pegangan utama saat proses pengelasan berlangsung sekaligus tempat keluarnya elektroda tungsten dan gas argon. Komponen ini membantu mengarahkan panas las dengan lebih akurat sehingga hasil pengelasan terlihat lebih bersih dan stabil.
Tabung Gas yang Telah Diisi Gas Argon
Gas argon digunakan sebagai pelindung area pengelasan agar hasil las tidak terkontaminasi udara luar maupun oksidasi. Penggunaan gas ini membantu nyala busur las lebih stabil sekaligus menjaga kualitas sambungan tetap bersih dan kokoh.
Regulator dan Flow Meter
Regulator dan flow meter berfungsi untuk mengatur tekanan serta aliran gas argon selama proses pengelasan. Pengaturan aliran gas yang tepat membantu perlindungan area las tetap optimal dan mengurangi risiko cacat pada hasil pengelasan.
Selang Gas
Selang gas digunakan untuk menghubungkan tabung argon dengan mesin las TIG agar distribusi gas berjalan lancar. Material selang biasanya dirancang tahan tekanan sehingga lebih aman digunakan untuk kebutuhan pengelasan dalam waktu lama.
Kawat Las TIG
Kawat las TIG atau filler rod digunakan sebagai material tambahan untuk membantu memperkuat sambungan pengelasan sesuai jenis logam yang digunakan. Pemilihan kawat las yang tepat membantu hasil sambungan lebih solid dan tahan lama.
Jenis Elektroda Tungsten pada Mesin Las TIG

Picture by Canva.com
Pemilihan elektroda tungsten perlu disesuaikan dengan jenis material dan kebutuhan pengelasan karena setiap tipe memiliki karakteristik arus, ketahanan panas, serta stabilitas busur yang berbeda.
Electrode Wolfram Pure
Elektroda tungsten hijau atau pure tungsten umumnya digunakan untuk pengelasan aluminium dan magnesium dengan arus AC. Jenis ini menghasilkan ujung elektroda yang lebih stabil saat digunakan sehingga cukup cocok untuk kebutuhan las TIG standar pada material ringan.
Electrode Wolfram Thorium Oxide
Elektroda ini dikenal memiliki stabilitas busur yang baik dan lebih mudah menghasilkan nyala api saat awal pengelasan. Jenis elektroda ini sering digunakan untuk pengelasan stainless steel, carbon steel, hingga pekerjaan fabrikasi karena mampu menghasilkan panas yang lebih fokus dan stabil.
Electrode Wolfram Cerium Oxide
Cerium oxide memiliki ketahanan panas yang baik serta membantu mengurangi risiko kontaminasi pada area pengelasan. Elektroda ini cukup nyaman digunakan pada arus rendah sehingga cocok untuk pekerjaan detail, material tipis, dan pengelasan presisi.
Electrode Wolfram Zirconium Oxide
Jenis zirconium oxide mampu menahan arus tinggi dengan tingkat ketahanan yang lebih baik dibanding beberapa tipe lainnya. Elektroda ini sering digunakan pada pengelasan aluminium karena lebih tahan terhadap percikan dan tidak mudah rusak saat digunakan dalam waktu lama.
Electrode Wolfram Lanthanum Oxide
Lanthanum oxide memiliki daya tahan yang baik serta menghasilkan busur las yang stabil untuk berbagai kebutuhan fabrikasi dan industri. Jenis ini cukup fleksibel digunakan pada arus AC maupun DC sehingga populer untuk pengelasan stainless steel, aluminium, hingga logam teknik lainnya.
Kesimpulan
Mesin las TIG menjadi pilihan tepat untuk kebutuhan pengelasan presisi karena mampu menghasilkan sambungan yang rapi, kuat, dan minim percikan. Selain cocok untuk stainless steel dan aluminium, metode ini juga banyak digunakan pada industri fabrikasi, otomotif, hingga konstruksi teknik yang membutuhkan kualitas las lebih stabil.
Berbagai pilihan mesin las TIG, perlengkapan las, hingga kebutuhan alat teknik berkualitas lainnya tersedia di Fixcomart untuk mendukung pekerjaan pengelasan agar lebih praktis, aman, dan maksimal.

