8 Cara Menghilangkan Bau Kaporit di Air, Rambut & Tangan
Share
Bau kaporit biasanya terasa setelah air menjalani proses disinfeksi. Aroma ini dapat menjadi lebih kuat jika kadar klorin yang tersisa masih tinggi.
Pada kadar yang sesuai, klorin membantu mengendalikan mikroorganisme di dalam air. Namun, bau yang terlalu menyengat tentu bisa mengganggu penggunaan air sehari-hari.
Cara menghilangkan bau kaporit perlu disesuaikan dengan sumber masalahnya. Air sumur tentu membutuhkan penanganan yang berbeda dari rambut setelah berenang.
Mari pahami penyebabnya terlebih dahulu agar kamu bisa memilih cara yang tepat.
Kenapa Air Bau Kaporit?

Air Bau Kaporit | Picture by The Pool Shark
Air bisa berbau kaporit karena masih mengandung sisa klorin setelah proses disinfeksi. Bau dapat terasa lebih kuat ketika kadar klorin meningkat atau kualitas air berubah.
Pada kolam renang, bau “kaporit” yang menyengat justru sering berasal dari kloramin atau chloramine. Senyawa ini terbentuk ketika klorin bereaksi dengan kotoran tubuh perenang.
Urin menjadi salah satu sumbernya. Keringat juga dapat ikut memicu pembentukan chloramine. Karena itu, kolam yang baunya sangat tajam tidak selalu berarti kadar klorinnya terlalu tinggi. Bau tersebut bisa menandakan adanya lebih banyak chloramine di air.
Baca Juga: Dosis Kaporit yang Tepat untuk Berbagai Jenis Air
Cara Menghilangkan Bau Kaporit dengan Mudah

Penyebab Air Bau Kaporit | Picture by Lehigh Valley Water System
Cara yang digunakan perlu mengikuti lokasi paparan kaporit. Berikut beberapa kondisi yang paling sering dialami.
1. Diamkan Air agar Terkena Udara
Tampung air pada wadah yang terbuka jika sumber baunya berasal dari free chlorine. Kontak dengan udara dapat membantu klorin berkurang secara bertahap.
Cara ini tidak bisa dijadikan patokan untuk chloramine. Senyawa tersebut lebih sulit dihilangkan hanya dengan mendiamkan air.
2. Tingkatkan Aerasi pada Air
Aerasi adalah proses menambahkan udara ke dalam air untuk mengurangi kandungan klorin di dalamnya. Cara ini bisa dilakukan menggunakan aerator atau alat penghasil gelembung udara.
Metode ini lebih efektif untuk mengurangi klorin bebas (sisa klorin dari kaporit), tetapi kurang efektif untuk chloramine, yaitu campuran klorin dan amonia yang digunakan untuk membunuh kuman dalam air.
3. Gunakan Filter Karbon Aktif
Karbon aktif dapat digunakan sebagai bagian dari sistem filtrasi untuk mengurangi klorin. Air perlu dialirkan melalui media karbon agar proses filtrasi berlangsung.
Kondisi filter juga perlu diperhatikan. Media yang sudah jenuh tidak akan bekerja sebaik filter yang masih layak digunakan.
4. Cara Menghilangkan Bau Kaporit pada Air Sumur
Jika air sumur bau kaporit setelah treatment, hentikan penambahan kaporit terlebih dahulu. Biarkan air mengalami aerasi sebelum digunakan kembali.
Kalau aroma muncul setelah dosis yang berlebihan, periksa kembali jumlah kaporit yang digunakan. Gunakan takaran berdasarkan volume air.
5. Menghilangkan Bau Kaporit di Tangan
Cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun lembut. Gosok secara menyeluruh lalu bilas hingga bersih.
Jangan mencoba menetralisir kaporit dengan mencampurkan bahan kimia lain. Beberapa campuran dapat menghasilkan gas berbahaya.
6. Shampo untuk Menghilangkan Kaporit di Rambut
Segera bilas rambut menggunakan air bersih setelah berenang. Setelah itu, gunakan sampo lalu lanjutkan dengan conditioner untuk membantu menjaga kelembaban rambut.
Orang yang sering berenang juga dapat menggunakan shampo khusus perenang. Produk tersebut dirancang untuk membantu membersihkan residu bahan kimia kolam.
7. Menunggu Proses Dechlorination pada Air untuk Ikan
Air yang akan digunakan untuk ikan sebaiknya melalui proses dechlorination terlebih dahulu. Chlorine dapat membahayakan ikan meskipun kadarnya rendah.
Gunakan water conditioner yang memang dirancang untuk menetralkan chlorine. Pilih produk yang juga menangani chloramine jika sumber air mengandung senyawa tersebut.
8. Periksa Dosis Kaporit yang Digunakan
Bau yang terlalu kuat bisa menunjukkan bahwa proses treatment perlu dievaluasi. Jangan menambahkan kaporit kembali sebelum mengetahui volume air yang akan diolah.
Jika membutuhkan bentuk yang mudah ditakar, kamu bisa pakai Kaporit Granular TCCA. Produk ini digunakan untuk membantu proses disinfeksi air.

Kaporit Granular TCCA Chlorine Klorin Penjernih Air 1KG
Namun perlu diingat, bau kaporit yang menyengat tidak selalu disebabkan oleh dosis kaporit yang terlalu tinggi, melainkan akibat terbentuknya kloramin.
Baca Juga: Cara Efektif Menjernihkan Air di Rumah Menggunakan Kaporit Granular
Air PDAM Bau Kaporit, Apakah Aman Dikonsumsi?
Bau kaporit tidak otomatis berarti air tersebut berbahaya. Klorin memang digunakan pada pengolahan air untuk mengendalikan mikroorganisme.
Namun, bau saja tidak dapat digunakan untuk menentukan kadar klorin. Kualitas air juga tidak bisa dipastikan hanya berdasarkan aromanya.
Jika bau tiba-tiba kuat atau berbeda dari biasanya, sebaiknya konfirmasi kepada penyedia air setempat. Pengujian kadar klorin dapat dilakukan jika kondisi terus berulang.
Berapa Lama Bau Kaporit Hilang?
Tidak ada satu waktu pasti untuk hilangnya bau kaporit. Durasi bergantung pada kadar klorin dan kondisi air.
Free chlorine dapat berkurang ketika air terkena udara. Aerasi dapat membantu mempercepat proses tersebut.
Chloramine berbeda karena lebih stabil. Mendiamkan atau merebus air bukan metode yang dapat diandalkan untuk menghilangkan chloramine. Karena itu, jangan menentukan keamanan air hanya berdasarkan hilangnya bau.
Baca Juga: Apakah Kaporit Berbahaya? Cek Cara Kerjanya dalam Menjernihkan Air
Jernihkan Air Pakai Kaporit TCCA 90% di FIXCOMART, Pasti Diskon!
Penggunaan kaporit sebaiknya dimulai dari produk yang sesuai dengan kebutuhan air. Takaran juga harus mengikuti volume yang akan di-treatment.
Untuk bentuk yang lebih mudah ditakar, gunakan Kaporit Granular TCCA 90% dari FIXCOMART.
Produk ini berbentuk butiran padat yang berfungsi sebagai disinfektan dan penjernih air yang kuat.
Bentuknya yang berupa butiran padat membuatnya lebih mudah ditakar dibanding bentuk tablet atau blok.
Selain itu, kandungan didalamnya juga tinggi ±90%, sehingga memberikan daya basmi yang maksimal.
Tenang, FIXCOMART selalu diskon setiap hari yang membuat belanjamu menjadi lebih hemat. Pastikan pakai voucher diskon pembelian pertama yang akan memotong total belanja mu
FAQ
1. Apakah Bau Kaporit Bisa Hilang Sendiri?
Bisa jika sumber baunya berasal dari free chlorine yang berkurang seiring waktu. Prosesnya dapat berlangsung lebih cepat jika air mendapatkan aerasi.
2. Berapa Lama Air Kaporit Harus Didiamkan?
Tidak ada durasi yang berlaku untuk semua kondisi. Waktunya dipengaruhi kadar klorin dan kondisi air.
3. Apakah Merebus Air Bisa Menghilangkan Kaporit?
Pemanasan dapat membantu mengurangi free chlorine. Namun, metode tersebut tidak dapat diandalkan untuk menghilangkan chloramine.
4. Apakah Bau Kaporit Berbahaya?
Bau saja tidak cukup untuk menentukan tingkat bahayanya. Risiko bergantung pada kadar bahan dan durasi paparan.
5. Kenapa Tangan Bau Kaporit Setelah Berenang?
Air kolam yang mengandung klorin dapat meninggalkan aroma pada kulit. Cuci tangan dengan sabun lalu bilas menggunakan air bersih.
6. Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Kaporit dari Rambut?
Bilas rambut sesegera mungkin setelah berenang. Gunakan sampo lalu lanjutkan dengan conditioner.
7. Apakah Air yang Mengandung Kaporit Aman untuk Ikan?
Jangan memasukkan ikan langsung ke air yang masih mengandung chlorine. Chlorine dapat bersifat toksik bagi ikan.















