Cara Menghidupkan Genset Manual dan Otomatis, Mudah!
Share
Saat listrik padam, genset dapat digunakan sebagai sumber listrik cadangan agar aktivitas tetap berjalan.
Namun, genset tidak boleh langsung dinyalakan dan diberi beban tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
Cara menghidupkan genset juga dapat berbeda tergantung jenis mesin. Ada genset yang masih menggunakan recoil starter, electric starter dengan kunci atau tombol, hingga genset otomatis.
Agar lebih aman dan genset dapat bekerja dengan baik, simak dulu cara menghidupkan genset sebagai berikut!
Genset Dinyalakan Pakai Apa?

Ilustrasi Menyalakan Genset | Picture from Magnific
Genset dapat dinyalakan menggunakan recoil starter, electric starter, atau sistem otomatis, tergantung tipe genset.
Recoil starter bekerja dengan menarik tali starter secara manual, sedangkan electric starter menggunakan kunci atau tombol dengan bantuan aki.
Pada genset otomatis, mesin dapat menyala melalui panel kontrol dan sistem Automatic Transfer Switch (ATS) ketika suplai listrik utama terputus.
Karena setiap genset memiliki sistem berbeda, selalu periksa petunjuk penggunaan dari produsen sebelum mengoperasikannya.
Langkah Menghidupkan Mesin Genset Manual

Ilustrasi Cara Menghidupkan Genset Manual | Picture from Magnific
Urutan tombol dan komponen dapat berbeda pada setiap merek atau model, jadi sesuaikan langkah berikut dengan buku manual genset yang digunakan:
1. Periksa Bahan Bakar dan Oli
Sebelum genset dinyalakan, pastikan bahan bakar tersedia dalam jumlah yang cukup. Periksa juga level oli mesin dan pastikan tidak berada di bawah batas yang dianjurkan. Pemeriksaan ini berlaku baik pada genset bensin maupun genset solar.
2. Pastikan Beban Listrik Belum Terhubung
Sebelum melakukan starter, pastikan beban listrik belum dialirkan ke genset. Jika genset memiliki circuit breaker atau MCB output, posisikan sesuai petunjuk produsen sebelum mesin dinyalakan agar genset tidak langsung menerima beban ketika mesin baru mulai beroperasi.
3. Periksa Aki pada Genset Electric Starter
Jika genset menggunakan electric starter, periksa kondisi aki dan sambungan terminalnya. Pastikan terminal terpasang dengan kencang agar arus menuju sistem starter dapat mengalir dengan baik.
4. Atur Sakelar Mesin ke Posisi ON
Setelah pemeriksaan selesai, pindahkan engine switch atau sakelar mesin dari posisi OFF ke ON.
Pada genset dengan panel digital, aktifkan panel kontrol sesuai prosedur pada unit tersebut. Tunggu hingga panel aktif.
5. Pilih Mode Manual Jika Tersedia
Beberapa genset menggunakan controller dengan pilihan mode manual dan otomatis. Jika mesin akan dinyalakan secara manual, pilih Manual Mode terlebih dahulu.
Pastikan tombol emergency stop tidak sedang aktif. Pada beberapa genset, mesin tidak dapat melakukan starter apabila emergency stop masih terkunci.
6. Nyalakan Mesin Genset
Tekan tombol START atau putar kunci starter hingga mesin menyala. Untuk genset yang menggunakan recoil starter, tarik tali starter sesuai petunjuk produsen sampai mesin hidup.
Setelah mesin menyala, lepaskan starter dan biarkan mesin bekerja tanpa beban terlebih dahulu.
7. Tunggu Mesin dan Tegangan Stabil
Jangan langsung menghubungkan beban sesaat setelah mesin hidup. Tunggu hingga putaran mesin, tegangan, frekuensi, hingga indikator pada panel berada dalam kondisi normal.
8. Hubungkan Genset ke Beban
Setelah kondisi genset stabil, beban listrik dapat mulai dihubungkan sesuai sistem yang digunakan.
Jika terdapat beberapa beban, nyalakan secara bertahap untuk menghindari lonjakan beban secara tiba-tiba. Jangan sampai melebihi kapasitas daya genset.
Baca Juga: Berapa Watt Genset yang Dibutuhkan untuk Rumah? Ini Cara Menghitungnya
Cara Menghidupkan Genset Otomatis

Ilustrasi Panel Controller Genset | Picture from Magnific
Berbeda dari genset manual, cara menghidupkan genset otomatis umumnya menggunakan panel controller dan ATS.
Ketika suplai listrik utama terputus, sistem dapat memberikan sinyal agar genset menyala dan kemudian memindahkan suplai listrik ke genset.
Agar tidak bingung, simak dulu panduan cara menghidupkannya sebagai berikut:
1. Lakukan Pemeriksaan Sebelum Genset Digunakan
Pastikan bahan bakar, oli, cairan pendingin jika tersedia, aki, dan kondisi mesin dalam keadaan baik.
Meskipun dapat bekerja otomatis, genset tetap membutuhkan pemeriksaan dan perawatan rutin.
2. Pastikan Emergency Stop Tidak Aktif
Periksa tombol emergency stop sebelum mengaktifkan sistem otomatis. Jika sebelumnya pernah ditekan, reset tombol tersebut sesuai prosedur pada genset.
3. Posisikan Controller ke Mode AUTO
Setelah seluruh pemeriksaan selesai, pilih mode AUTO pada controller. Dalam mode ini, genset siap menerima sinyal start dari sistem kontrol ketika suplai listrik utama mengalami gangguan.
Pada sistem otomatis, proses start selanjutnya akan dilakukan oleh controller sesuai pengaturan mesin.
4. Biarkan Genset Melakukan Starting
Ketika listrik terputus, controller akan menjalankan prosedur starting. Mesin kemudian mulai bekerja dan sistem akan memantau kondisi genset sebelum listrik dialirkan menuju beban.
Hindari melakukan perubahan pada panel ketika proses starting sedang berlangsung kecuali terdapat kondisi darurat.
5. Tunggu Tegangan dan Frekuensi Stabil
Sebelum menerima beban, genset perlu mencapai kondisi operasi yang stabil. Sistem kontrol akan memantau parameter seperti tegangan dan frekuensi sebelum proses perpindahan sumber listrik dilakukan.
Pada instalasi otomatis yang benar, tahapan ini berlangsung berdasarkan konfigurasi controller dan ATS.
6. ATS Memindahkan Sumber Listrik
Setelah genset siap menerima beban, ATS akan memindahkan sumber listrik dari PLN menuju genset.
Perangkat yang terhubung kemudian memperoleh listrik dari genset selama suplai utama belum kembali normal.
Ketika listrik PLN kembali, sistem otomatis dapat memindahkan sumber listrik kembali ke PLN dan menjalankan proses pendinginan sebelum genset berhenti.
Solusi Jika Genset Tidak Mau Menyala
Kenapa genset tidak mau menyala? Penyebabnya dapat berasal dari bahan bakar, aki, sistem starter, hingga komponen mesin.
Jika genset gagal melakukan starter, beberapa bagian berikut dapat diperiksa terlebih dahulu:
- Periksa Bahan Bakar: Pastikan bahan bakar masih tersedia dan sesuai dengan jenis mesin.
- Periksa Level Oli: Beberapa genset memiliki sistem proteksi yang dapat mencegah mesin menyala ketika level oli terlalu rendah.
- Periksa Aki: Pada electric starter, aki yang lemah dapat menyebabkan starter berputar lambat atau bahkan tidak bekerja.
- Periksa Terminal Aki: Pastikan terminal tidak longgar, kotor, atau mengalami korosi.
- Periksa Posisi Sakelar: Pastikan engine switch berada pada posisi ON dan emergency stop tidak aktif.
- Periksa Sistem Bahan Bakar: Udara atau penyumbatan pada saluran bahan bakar, terutama pada genset diesel, dapat menyebabkan mesin sulit menyala.
- Periksa Filter Udara: Filter udara yang terlalu kotor dapat menghambat suplai udara menuju mesin.
- Periksa Indikator Panel: Pada genset dengan controller, lihat apakah terdapat kode atau indikator gangguan sebelum mencoba melakukan starter kembali.
Jika penyebabnya tidak ditemukan atau genset berulang kali gagal menyala, hindari terus melakukan starter. Pemeriksaan lebih lanjut sebaiknya dilakukan oleh teknisi.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Genset Terbaik untuk Rumah dan Usaha
Dapatkan Genset Berkualitas dengan Harga Terjangkau di FIXCOMART!
Setiap kebutuhan memerlukan kapasitas genset yang berbeda. Di FIXCOMART, kamu bisa menemukan berbagai pilihan genset mulai dari 1.000 watt, 1.200 watt, 2.500 watt, hingga 3.000 watt untuk kebutuhan rumah, apartemen, toko, maupun pekerjaan lapangan.
Pilihan produknya juga beragam, mulai dari TIGER, RYU, hingga Pro Quip. Kamu bisa melihat berbagai pilihan tersebut melalui katalog Generator Set.
Belanja di sini juga bisa lebih hemat karena tersedia berbagai voucher potongan harga yang menunggu, salah satunya voucher diskon pembelian pertama dan gratis ongkir hingga Rp20.000.
Kamu pun tidak perlu pusing mencari genset yang berkualitas, tinggal pilih produknya dari katalog FIXCOMART yang tersedia.
FAQ
Ada beberapa hal lain yang perlu diketahui agar penggunaannya tetap aman dan sesuai kebutuhan. Berikut beberapa pertanyaan umum seputar penggunaan genset.
1. Berapa Lama Genset Bisa Menyala?
Lama genset dapat menyala bergantung pada kapasitas tangki dan beban listrik yang digunakan. Ikuti batas waktu operasional yang dianjurkan oleh produsen agar mesin tidak bekerja secara berlebihan.
2. Apakah Genset Bisa Digunakan Saat Hujan?
Sebaiknya jangan menggunakan genset di tempat terbuka saat hujan. Letakkan genset di area kering dan terlindung untuk mengurangi risiko sengatan listrik.
3. Apakah Genset Boleh Diletakkan di Dalam Rumah?
Genset berbahan bakar sebaiknya tidak digunakan di dalam rumah atau ruangan tertutup. Gas buangnya mengandung karbon monoksida yang berbahaya sehingga genset membutuhkan area dengan sirkulasi udara yang baik.
4. Apa Perbedaan Genset Bensin dan Solar?
Perbedaan utama keduanya terdapat pada bahan bakar yang digunakan. Genset bensin menggunakan bensin, sedangkan genset diesel menggunakan solar.
5. Apakah Genset Harus Dipanaskan Sebelum Digunakan?
Setelah genset menyala, sebaiknya tunggu hingga kondisi mesin stabil sebelum memberikan beban. Setelah itu, beban listrik dapat dihubungkan secara bertahap sesuai kapasitas genset.
6. Kenapa Genset Tiba-Tiba Mati Saat Digunakan?
Genset dapat mati karena bahan bakar habis atau beban listrik terlalu tinggi. Jika keduanya tidak bermasalah, periksa indikator pada genset untuk mengetahui kemungkinan gangguan lainnya.















