Takaran Kaporit untuk Sumur Bor dan Cara Menggunakannya
Share
Takaran kaporit untuk sumur tidak bisa disamakan untuk setiap kondisi. Konsentrasi bahan aktif pada produk bisa berbeda. Kondisi air sumur juga ikut memengaruhi kebutuhan klorin.
Karena itu, jangan langsung mengikuti patokan seperti satu sendok kaporit untuk setiap tandon tanpa melihat produk yang digunakan.
Lalu, bagaimana cara menggunakan kaporit untuk sumur bor? Simak fungsi, cara menentukan dosis, dan cara penggunaannya berikut ini.
Apakah Boleh Pakai Kaporit untuk Sumur Bor di Indonesia?

Ilustrasi Sumur Bor
Boleh, kaporit dapat digunakan dalam proses pengolahan air sumur. Karena memang salah satu fungsinya untuk membantu proses desinfeksi air.
Klorin bekerja dengan menonaktifkan berbagai mikroorganisme di dalam air. Namun, efektivitasnya bergantung pada banyaknya kaporit yang dimasukkan dan kondisi air.
Air dengan kandungan bahan organik tinggi dapat membutuhkan perlakuan berbeda, karena klorin bisa bereaksi dengan zat yang ada di dalam air.
Air sumur yang keruh juga tidak otomatis menjadi jernih hanya karena ditambahkan kaporit. Proses penjernihan dapat membutuhkan tahapan lain sebelum desinfeksi dilakukan.
Untuk air yang akan digunakan sebagai air minum, sebaiknya cek kualitas air dan jangan menentukan kelayakan air hanya dari warna atau bau.
Takaran Kaporit untuk Sumur

Ilustrasi Penjernihan Air Sumur dengan Kaporit | Picture by The Well Guide
Takaran kaporit untuk sumur tidak mempunyai satu angka yang berlaku untuk semua kondisi air.
Jangan hanya menggunakan ukuran sendok makan sebagai acuan. Berat satu sendok dapat berubah karena bentuk dan kepadatan produk berbeda.
Rumus Menghitung Takaran Kaporit
Takaran awal kaporit dapat dihitung dari volume air, target dosis klorin, dan kadar klorin aktif pada produk.
Gunakan rumus berikut:
Massa kaporit (gram) = dosis klorin target (mg/L) × volume air (m³) ÷ fraksi klorin aktif
Fraksi klorin aktif diambil dari persentase pada produk. Misalnya, kadar 65% ditulis sebagai 0,65, sedangkan kadar 90% ditulis sebagai 0,90.
Cara Menghitung Takaran Kaporit
Pertama, tentukan volume air yang akan diolah. Setelah itu, lihat kadar klorin aktif yang tercantum pada produk.
Tentukan dosis awal yang ingin digunakan sebagai dasar perhitungan. Masukkan seluruh angka tersebut ke dalam rumus, lalu hitung kebutuhan kaporit dalam gram.
Hasil perhitungan tersebut merupakan dosis awal. Setelah proses berlangsung, residu klorin tetap perlu diperiksa untuk mengetahui apakah dosisnya sudah sesuai.
Contoh Perhitungan Takaran Kaporit untuk 1000 Liter Air
Sebagai contoh, anggap dosis awal yang ingin diuji adalah 2 mg/L klorin aktif. Karena 1.000 liter sama dengan 1 m³, jika produk mempunyai kadar klorin aktif 65%.
Maka perhitungannya adalah:
2 × 1 ÷ 0,65 = sekitar 3,1 gram kaporit
Jika produk mempunyai kadar klorin aktif 90%, perhitungannya menjadi:
2 × 1 ÷ 0,90 = sekitar 2,2 gram produk
Artinya, dua produk dengan volume air yang sama belum tentu membutuhkan jumlah yang sama. Kadar klorin aktif pada produk ikut menentukan berat yang digunakan.
Angka 2 mg/L pada contoh ini hanya digunakan untuk menunjukkan cara perhitungan. Kebutuhan aktual dapat berubah mengikuti kondisi air dan target pengolahan.
Baca Juga: Cara Efektif Menjernihkan Air di Rumah Menggunakan Kaporit Granular
Cara Menggunakan Kaporit untuk Sumur Bor

Ilustrasi Kaporit Bubuk
Cara menggunakan kaporit untuk sumur bor sebaiknya dimulai dari pemeriksaan produk. Jangan langsung menuangkan bahan ke dalam sumur hanya berdasarkan perkiraan.
Berikut langkah yang lebih aman:
1. Ketahui Volume Air
Kaporit tidak selalu harus lewat tandon dulu, karena untuk shock chlorination sumur bor, larutan klorin memang bisa dimasukkan langsung ke sumur dengan diencerkan terlebih dahulu.
Jika kaporit memang akan dipakai pada sumur bor, ketahui dulu diameter sumur dan tinggi kolom air terlebih dahulu. Data tersebut digunakan untuk menentukan jumlah klorin yang dibutuhkan.
Kalau air ditampung di tandon, gunakan volume air aktual sebagai dasar perhitungan. Jangan memakai kapasitas maksimal tandon jika air tidak terisi penuh.
2. Periksa Kandungan Aktif pada Produk
Lihat label sebelum menentukan dosis. Perhatikan jenis bahan aktif serta persentase klorin yang tercantum.
3. Ikuti Petunjuk Pelarutan
Jika produk memang perlu dilarutkan terlebih dahulu, ikuti petunjuk produsennya. Gunakan wadah yang bersih dan jangan menggunakan wadah bekas bahan kimia lain.
Saat menangani produk, gunakan sarung tangan karet Latex untuk membantu mengurangi kontak langsung dengan bahan.
4. Masukkan Sesuai Dosis yang Sudah Ditentukan
Masukkan larutan kaporit sesuai hasil perhitungan atau petunjuk produk. Pastikan bahan tercampur dengan air.
Jangan menambahkan bahan lain secara sembarangan pada saat yang sama. Kaporit dan senyawa hipoklorit dapat bereaksi berbahaya jika dicampurkan dengan bahan tertentu, seperti asam atau produk yang mengandung amonia.
5. Berikan Waktu Kontak
Jangan langsung menggunakan air beberapa saat setelah bahan dimasukkan. Waktu kontak yang dibutuhkan bergantung pada kondisi pengolahan air. Untuk proses desinfeksi, residu klorin sebaiknya diperiksa setelah waktu kontak tersebut.
6. Periksa Hasil Pengolahan
Periksa kondisi air setelah proses selesai. Untuk sistem pengolahan yang membutuhkan hasil terukur, gunakan alat pengujian residu klorin.
Jika air akan digunakan untuk konsumsi, pemeriksaan laboratorium menjadi langkah yang lebih tepat untuk memastikan kualitas akhirnya.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Kaporit
Kaporit merupakan bahan kimia yang perlu ditangani dengan hati-hati. Berikut yang perlu diperhatikan:
- Gunakan Pelindung Tangan: Hindari kontak langsung dengan produk selama proses penakaran.
- Perhatikan Ventilasi: Tangani produk pada area yang mempunyai sirkulasi udara memadai.
- Jangan Campur Bahan: Hindari mencampurkan produk klorin dengan asam atau amonia.
- Simpan Tetap Kering: Simpan produk sesuai petunjuk produsen dan jauhkan dari kontaminasi.
Baca Juga: Apakah Kaporit Berbahaya? Cek Cara Kerjanya dalam Menjernihkan Air
Harga Kaporit untuk Air Sumur

Kaporit Granular TCCA Chlorine Klorin Penjernih Air 1KG
Harga kaporit untuk air sumur dipengaruhi oleh jenis produk serta ukuran kemasannya. Di FIXCOMART, Kaporit Granular TCCA 1KG dihargai mulai dari Rp30 ribuan.
Harga dan promo dapat berubah mengikuti periode penjualan. Saat membandingkan harga, jangan hanya melihat harga per kilogram.
Periksa juga kandungan bahan aktifnya. Dua produk dengan berat sama belum tentu memberikan jumlah klorin aktif yang sama.
Rekomendasi Kaporit untuk Air Sumur
Kalau membutuhkan bentuk granular, kamu dapat mempertimbangkan Kaporit Granular TCCA Chlorine Klorin Penjernih Air 1KG.
Bentuk granular memudahkan produk ditakar berdasarkan kebutuhan. Tetap gunakan dosis sesuai petunjuk produk dan kondisi air yang akan diolah.
Untuk kebutuhan pelepasan klorin yang lebih bertahap, tersedia Kaporit Tablet Kecil dan Kaporit Tablet Besar.
Menariknya belanja di FIXCOMART, kamu bisa mendapatkan voucher diskon pembelian pertama sebelum checkout. Sebaiknya manfaatkan diskon tersebut agar total belanjamu lebih hemat!
FAQ
1. Apakah 1 Sendok Kaporit Cukup untuk 1000 Liter Air?
Belum tentu. Ukuran sendok tidak menunjukkan kadar klorin aktif, sehingga berat produk dan konsentrasinya tetap perlu diketahui.
2. Apakah Kaporit Bisa Menghilangkan Zat Besi pada Air Sumur?
Klorin dapat membantu mengoksidasi besi di dalam air. Endapan yang terbentuk tetap perlu dipisahkan melalui proses pengendapan atau penyaringan.
3. Apakah Kaporit Bisa Dicampur dengan Tawas?
Kaporit dan tawas dapat menjadi bagian dari rangkaian pengolahan air, tetapi mempunyai fungsi berbeda. Jangan mencampurkan bahan kimia secara sembarangan dan ikuti urutan pengolahan yang sesuai.
4. Berapa Lama Air Bisa Digunakan Setelah Diberi Kaporit?
Waktu yang diperlukan bergantung pada proses dan kondisi air. Untuk desinfeksi, klorin membutuhkan waktu kontak dan hasil akhirnya sebaiknya diverifikasi dari residu klorin, bukan hanya dari bau air.















