Whatsapp
Hubungi Kami (021) 2607-1922 / +628-1717-1922 / +628-1717-18-1922
Mengenal Peralatan Perkakas Manusia Purba Zaman Praaksara

Mengenal Peralatan Perkakas Manusia Purba Zaman Praaksara

24 Apr 2019
perkakas-dan-otomotif

Fixcomart - Sebelum adanya perkakas saat ini, ternyata di Indonesia sampai hari ini masih sering ditemukan berbagai macam perkakas yang diperkirakan benda yang pernah digunakan manusia purba. Berikut Jenis Peralatan perkakas manusia purba dan penjelasannya :

6 Perkakas Zaman Purba masa Bercocok Tanam 

Kapak Genggam

Kapak Genggam (sumber: upload.wikimedia.org)

Kapak genggam digunakan oleh manusia Pithecanthropus sebagai alat bantu berburu hewan liar. Struktur dan bentuknya masih sangat sederhana, ada satu bagian yang tajam yaitu hanya terdapat di satu sisi yang berguna sebagai alat bantu berburu atau menjadikan nya alat seperti kapak.

Dimana Kapak Genggam ini ditemukan?

Kapak ini digunakan dengan cara digenggam dan ditemukan di beberapa tempat, Seperti : 

  • Trunyan - Bali
  • Awangbangkal - Kalimantan Selatan
  • Kalianda - Lampung

Tempat ini menjadi pertanda sebagai adanya manusia purba Pithecanthropus pernah ditempat ini sebelum akhirnya berpindah ketempat lain atau yang disebut dengan Nomaden ( Berpindah tempat dari satu ke tempat lain ) 

Alat Serpih

Alat serpih (Sumber: wacana.co)

Alat Serpih digunakan oleh manusia purba untuk menusuk, memotong dan melubangi kulit binatang, dan terbentuk dari batu yang pipih. Diperkirakan, alat ini merupakan serpihan-serpihan dari batu yang dibuat sebagai kapak genggam.

Dimana alat serpih ditemukan?

Alat Serpih ini Menjadi bagian alat bantu manusia purba untuk berburu hewan liar ditemukan diIndonesia :  

  • Sangiran - Gombong Jawa Tengah
  • Cabbenge - Flores

Dengan ditemukannya alat serpih ini di Indonesia menjadikan pertanda, jika manusia purba pernah berpindah ke daerah tersebut.

Kapak Persegi

Kapak persegi (Sumber: static.wixstatic.com)

Hasil peradaban dari zaman Neolitikum adalah Kapak persegi. Kapak persegi merupakan alat yang terbuat dari batu dan digunakan oleh manusia untuk mencangkul, memahat, dan berburu. Alat ini terbuat dari batu berbentuk segi empat yang kedua sisinya diasah halus. Pada salah satu sisi pangkal, ada bagian berlubang untuk tangkai. Sementara pangkal lainnya adalah bagian yang tajam.

Orang yang pertama kali memberikan nama benda ini sebagai Kapak persegi ialah Von Heine Gelderen, seseorang arkeolog asal Austria. 

Fungsi Kapak Persegi sebagai Alat Penunjang Kehidupan

Mengutip dari Jurnalponsel(13/07/2022), Kapak persegi memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan manusia di zaman Neolitikum. Fungsi kapak persegi dilihat dari bentuknya. Ada yang digunakan untuk mencangkul, memotong, berburu dan memahat. Berikut ulasan lengkap fungsi kapak persegi :

  • Sebagai alat sehari - hari
    Dengan banyaknya fungsi kapak persegi, maka keberadaannya menjadi sangat penting bahwa pada masa itu harus memiliki kapak persegi demi bisa menjalankan berbagai kegiatannya.
  • Sebagai Alat Barter
    Kapak persegi juga digunakan sebagai alat barter pada masa itu. Pentingnya memiliki kapak persegi membuat alat ini bernilai tinggi sehingga digunakan untuk alat tukar
  • Gambaran Status Sosial
    Kapak persegi juga digunakan untuk gambaran status sosial seseorang. Menjadikan Kapak persegi salah satu alat yang ikut dikubur ketika seseorang meninggal.

5 Jenis Kapak Persegi Zaman Neolitikum

Adapun jenis Kapak Persegi yang banyak digunakan pada Zaman Neolitikum sesuai dengan fungsinya masing - masing adalah sebagai berikut :

  • Kapak Tangga
    Disebut dengan Kapak Tangga karena persegi jenis ini dibuat dengan bentuk yang lebih rendah pada bagian atasnya dibandingkan bawahnya. 
  • Kapak Biola
    Kapak jenis ini merupakan Kapak Persegi yang memiliki bentuk seperti Biola, bagian kanan dan kiri kapak tersebut tampak melengkung layaknya bagian badan biola
  • Kapak Bahu
    Kapak persegi dengan tangkai yang agak kasar banyak ditemukan di Cina dan Asia Timur Lainnya.
  • Kapak Atap
    Disebut kapak atap karena bentuknya mirip seperti atap yakni berbentuk trapesium dan banyak ditemukan di Jawa Timur, Bali, Maluku.
  • Kapak Penarah
    Kapak persegi yang satu ini memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan kapak persegi jenis lain dapat ditemukan di selandia baru, Bali dan Jawa Timur

Dimana Kapak Persegi ditemukan?

Alat ini banyak ditemukan di berbagai tempat di Indonesia mulai dari Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi.

Kapak Lonjong

Kapak lonjong ( Sumber: satujam.com)

Mengutip dari Kumparan (13/07/2022), Kapak lonjong merupakan salah satu benda peninggalan prasejarah dari zaman Neolitikum atau batu muda. Zaman ini, kehidupan manusia sudah menggunakan batu yang diasah, bertani dan beternak secara menetap.

Ciri-ciri Kapak Lonjong

Berikut adalah beberapa ciri khas yang dimiliki olek kapak lonjong :

  • Memiliki penampang yang berbentuk lonjong.
  • Bagian ujung kapak berbentuk agak lancip. Sisi lancip ini biasanya berfungsi sebagai tangkai kapak.
  • Bagian ujung kapak yang lainnya berbentuk agak bulat dan tajam. 
  • Bahan dasar pembuatannya yaitu batu kali yang berwarna hitam atau batu nefrit

Fungsi Kapak Lonjong

Berikut adalah beberapa fungsi dari kapak lonjong pada masa penggunaannya di zaman Neolitikum :

  • Kapak lonjong untuk memotong makanan, terutama makanan yang berasal dari daging hewan. Biasanya, kapak lonjong yang digunakan untuk memotong makanan merupakan kapak lonjong yang memiliki ukuran yang cukup besar.
  • Kapak lonjong sebagai salat satu alat perkakas. Biasanya, kapak lonjong yang berkuran besar digunakan sebagai alat perkakas.
  • kapak lonjong digunakan untuk mencangkul dan bercocok tanam.
  • Kapak lonjong sebagai benda wasiat atau benda untuk peninggalan secara turun temurun
  • Kapak lonjong sebagai salah satu benda yang digunakan pada saat upacara. Biasanya, kapak lonjong yang digunakan pada saat upacara yaitu kapak lonjong yang berkuran lebih kecil

Menhir

Menhir (Sumber: hotel-r.net)
 
Mengutip dari Kompas(13/07/2022) Menhir berasal dari bahasa keltik, men yang artinya batu, dan hir yang berarti panjang. Jadi, Arti menhir adalah batu panjang. Benda peninggalan zaman Megalitikum ini dapat berupa batu tunggal (monolith) atau berupa sekelompok batu yang diletakkan sejajar diatas tanah.

Dalam kepercayaan animisme, menhir adalah alat pengikat antara arwah nenek moyang dengan anak cucunya. Sehingga melalui tugu batu ini, mereka memuja arwah nenek moyangnya.

Fungsi Menhir zaman Neolitikum

  • Sebagai sarana pemujaan terhadap arwah nenek moyang
  • Sebagai tempat memeringati seseorang (kepala suku) yang telah meninggal
  • sebagai tempat menampung kedatangan roh
  • sebagai penolak bahaya yang mengancam

Baca Juga : Macam-macam Kunci Bengkel

Lokasi penemuan Menhir di Indonesia

Daerah persebaran menhir cukup luas diantaranya banyak ditemukan antara lain :

  • Sumatera Barat
  • Pasemah - Sumatera Selatan
  • Pugungharjo - Lampung
  • Kosala
  • Bondowoso - Jawa Timur
  • Sembiran - Bali
  • Belu - Timor

Referensi

Poesponegoro, Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto (Eds). (2008).
Sejarah Nasional Indonesia I: Zaman Prasejarah di Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Dolmen

Dolmen (Sumber: upload.wikimedia.org)
 

Pada zaman Megalitikum atau zaman Batu Besar, masyarakatnya menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Selain itu juga sudah mampu mendirikan bangunan dari batu yang berukuran besar. Dolmen umumnya berupa batu berukuran besar dengan permukaan datar, yang panjangnya sekitar 300 cm dengan lebar sekitar 100 cm.

Batu besar dan datar ini kemudian disangga dengan beberapa batu berukuran besar dan kecil hingga mencapai tinggi sekitar 115 cm.

Fungsi Dolmen

Dolmen merupakan salah satu peninggalan Zaman Praaksara yang berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan sesajian, yang akan dipersembahkan kepada arwah nenek moyang dan untuk peribadatan

Adakalanya, ruang dibawah Dolmen digunakan sebagai tempat meletakkan jenazah agar terhindar dari binatang buas.

Sarkofagus

Sarkofagus ( Sumber: twitter.com)

Salah satu barang peninggalan sistem kepercayaan zaman praaksara adalah Sarkofagus yang berfungsi sebagai tempat menyimpan mayat. Sarkofagus merupakan kubur batu yang terdiri dari wadah dan tutup yang umumnya terdapat tonjolan pada ruangnya.

Untuk menghindari jasad orang yang sudah mati dari gangguan gaib, pada Sarkofagus kerap dipahatkan motif topeng dengan berbagai macam ekpresi. Sarkofagus umunya terbuat dari batu yang berukuran besar.

Kapak Corong

Kapak corong (Sumber: chirpstory )

 

Kesepuluh, sekaligus terakhir adalah kapak corong yang terbuat dari perungu dan bentuk bagian atas mirip dengan corong. Alat ini pernah ditemukan di Jawa, Bali, Sulawesi, dan Papua.

kalian pernah melihatnya langsung? Jika belum, kalian bisa mengunjungi museum-museum prasejarah yang berada di Bandung, Sangiran, ataupun museum lainnya.  Kalian bisa belajar lebih banyak lagi dengan mengunjungi museum yang memiliki peralatan zaman praaksara. 


Dapatkan Penawaran Terbaik dari Kami