Whatsapp
Hubungi Kami (021) 2607-1922 / +628-1717-1922 / +628-1717-18-1922
Jenis-Jenis Mata Gerinda Dan Fungsinya

Jenis-Jenis Mata Gerinda Dan Fungsinya

20 Jul 2018
perkakas-dan-otomotif

Fixcomart - Mesin gerinda tangan (Angle grinder) memiliki beragam fungsi dan dapat digunakan untuk berbagai macam permukaan. Tinggal menyesuaikan jenis mata gerinda apa yang digunakan.

Pada artikel ini, kita akan membahas jenis-jenis mata gerinda tangan serta fungsinya. Ini penting agar Anda tidak salah memilih jenis mata gerinda yang tepat untuk pekerjaan Anda. Ada empat jenis pengerjaan yang umum dilakukan dengan menggunakan mesin gerinda tangan. Mari kita simak penjelasan berikut.

Baca Juga : Bagian Kontruksi Gerinda Tangan di Dalamnya

Jenis Mata Gerinda Logam (metal working)

1. Mata Gerinda Asah (Grinding Wheel)

Dari sekian banyak jenis kelengkapan untuk mesin gerinda tangan, produk ini (batu gerinda) merupakan produk yang paling banyak dibutuhkan dan digunakan pada proses pengerjaan logam. Batu gerinda atau biasa disebut dengan “Grinding wheel” berfungsi untuk mengikis permukaan logam, baik pada besi, baja, maupun stainless steel. Spesifikasi jenis batu gerinda biasanya tertera pada label di bagian atas produk.

Gambar 1. Grinding Wheel

2. Mata Gerinda Flexible (Flexible Disc)

Batu gerinda fleksibel, atau biasa disebut dengan “Flexible disc” secara fisik memiliki bentuk seperti batu gerinda asah, namun lebih tipis dengan bagian permukaan memiliki pola/pattern. Batu gerinda jenis ini biasanya digunakan untuk mengikis permukaan logam khusus pada area-area yang terbatas/sempit.

Fungsi lain dari batu gerinda fleksibel adalah dapat digunakan untuk memotong logam, namun kelemahan yang dihasikan dari fungsi ini, adalah area yang terpotong akan lebih banyak/lebar daripada dengan menggunakan batu gerinda potong.

Gambar 1.1 Flexible Disc

 

3. Mata Gerinda Potong (Cutting Wheel)

Batu gerinda potong atau disebut dengan Cutting wheel memiliki bentuk paling berbeda dibandingkan dengan batu gerinda lainnya. Batu gerinda ini memiliki bentuk yang datar, dengan ketebalan yang dimiliki pada varian produknya mulai dari 3 mm hingga 8 mm. Sesuai dengan fungsinya, batu gerinda potong hanya berfungsi untuk melakukan pemotongan pada media logam, baik untuk besi mildsteel, baja, hingga stainless steel, dengan tentunya menyesuaikan spesifikasi pada produk tersebut.

Gambar 1.2 Cutting Wheel - Mata Gerinda Potong

4. Sikat gerinda (Steel Wire Brush)

Berdasarkan jenisnya produk sikat gerinda (Steel Wheel Brush) diciptakan berbeda menjadi 2 bentuk,  yaitu rata (Wheel Wire Brush), dan berbentuk mangkuk (Cup Wire Brush). Fungsi dari sikat gerinda adalah untuk membersihkan bagian-bagian permukaan logam dari adanya kotoran, seperti karat, kerak, serta akibat proses oksidasi pada permukaan logam. Fungsi lain yang dapat dihasilkan dari sikat gerinda adalah untuk mengelupas lapisan permukaan kulit luar kayu, dengan tujuan untuk menghilangkan lapisan tersebut, untuk selanjutnya dilakukan pemrosesan lebih lanjut pada kayu yang telah dihilangkan kulitnya tersebut.


Gambar 1.3 Mata Gerinda Sikat - Wire Brush

5. Ampelas gerinda susun (Flap Disc)

“Flap disc”, atau biasa disebut dengan ampelas gerinda susun, merupakan alat yang berfungsi untuk mengikis permukaan, baik pada permukaan logam maupun pada permukaan kayu. Proses pengikisan permukaan dengan menggunakan ampelas gerinda susun bertujuan untuk menghasilkan finishing permukaan yang rata dan halus/mengkilap. Selain itu penggunaan ampelas gerinda susun juga dapat menghilangkan bintik-bintik logam yang menempel keras pada permukaan, tanpa membuat hasil pengikisan yang banyak pada permukaan logam tersebut.

Sedangkan untuk permukaan kayu, ampelas gerinda susun digunakan untuk menghilangkan lapisan luar kayu. Seperti untuk menghilangkan cat pada permukaan kayu, mengikis kayu, menghaluskan lapisan luar dari kayu, dsb.

Gambar 1.4 Mata Gerinda Susun - Flap Disc

 

6. Ampelas gerinda datar (fibre disc)

Seperi halnya ampelas gerinda susun/flap disc, ampelas gerinda datar atau biasa disebut dengan fibre disc juga digunakan untuk proses finishing pada permukaan kayu dan logam. Pada aplikasinya, penggunaan fibre disc harus dipasangkan bersamaan dengan rubber pad agar memiliki daya tekan.

Perbedaan antara penggunaan Ampelas gerinda datar (fibre disc) dengan ampelas gerinda susun (flap disc) adalah pada hasil pengampelasannya, dimana flap disc dapat memberikan hasil pengampelasan yang lebih dalam, daripada hasil pengampelassan pada fibre disc, karena dari itu penggunaan flap disc  lebih banyak digunakan pada pekerjaan logam yang bersifat restorasi (perbaikan), daripada fibre disc yang kebanyakan digunakan untuk proses finishing.
Gambar 1.5 Mata Gerinda Amplas Datar 
 

Jenis Mata Gerinda Potong (concrete working)

1. Pisau potong keramik (Diamond wheel)

Sesuai dengan namanya, pisau potong keramik/diamond wheel memiliki fungsi yaitu untuk memotong keramik. Berdasarkan jenisnya, pisau potong keramik memiliki 2 jenis, yaitu jenis basah, dan jenis kering. Pada pisau keramik dengan jenis basah, proses pemotongan harus menggunakan air sebagai media pendinginan dari mata pisau tersebut, sedangkan pada jenis kering, tidak memerlukan air.

Gambar 2. Mata Potong Keramik - Diamond Wheel

Berbeda dengan pisau potong keramik, Diamond turbo wheel atau pisau gerinda tembok tidak berfungsi sebagai pemotong, melainkan sebagai pengikis pada bidang permukaan semen (cor/concrete) , tembok, dan marble/granit. Penggunaan gerinda tembok bertujuan untuk menghasilkan permukaan yang rata (pada media tembok/cor), dan untuk meratakan serta mengikis sisi dari granit untuk menciptakan lekukan sesuai pola yang diinginkan.

Gambar 2.1 Mata Gerinda Tembok - Diamond Turbo Wheel

Jenis Mata Gerinda Kayu (woodworking)

1. Pisau potong kayu (Circular Saw)

Sesuai dengan namanya, pisau potong kayu atau biasa dikenal dengan nama circular saw memiliki fungsi untuk memotong kayu. Pada varian produknya, circular saw diciptakan dengan berbagai jumlah mata gerigi, atau yang disebut teeth. Perbedaan pada pembuatan tipe circular saw tersebut bertujuan untuk menghasilkan kecepatan dan finishing hasil pemotongan yang berbeda, sebagai contoh; jika Anda menggunakakan circular saw dengan jumlah mata gerigi banyak, maka waktu pemotongan akan lama, namun hasil potongan akan labih rapi. Hal ini berlawanan sebaliknya dengan circular saw  yang diciptakan dengan mata gerigi yang lebih sedikit.

Selain itu bahan/material terbaik yang biasa digunakan pada produk circular saw  adalah dari TCT (Tungsten Carbide Tipped), dimana keunggulan dari material ini adalah tidak akan mengalami kerusakan/aus apabila berlawanan dengan logam. Sebagai contoh saat Anda menggunakan circular saw untuk memotong kayu, namun kemudian terkena logam pada saat proses pemotongan seperti adanya paku, atau beton di dalam kayu tersebut, maka dipastikan circular saw tidak akan mengalami kerusakan pada bagian mata pisau yang mengalami kontak dengan logam tersebut.

Gambar 3. Mata Potong Kayu - Circular Saw

Jenis Mata Gerinda Poles

1. Mata Gerinda Busa (Grinding wheel Sponge)

Penggunaan gerinda asah spons (Grinding wheel Sponge), berfungsi untuk menghaluskan dan mengkilapkan permukaan pada batu marmer/granit. Proses pengerjaan pada instalasi marmer/granit, selalu diiringi dengan proses pemotongan dan pengikisan, sehingga hasil dari proses tersebut mengakibatkan adanya permukaan yang tidak kembali mengkilap pada marmer/granit.

Dengan menggunakan gerinda asah spons (Grinding wheel Sponge), dapat membuat permukaan marmer/granit menjadi mengkilap, sehingga dapat menghilangkan efek samping dari proses pengerjaan yang telah dilakukan tadi. Cara penggunaan gerinda asah spons (Grinding wheel Sponge) adalah dengan melakukan pemolesan secara langsung kepada media/permukaan dari marmer/granit yang mengalami buram pada permukaannya.

Gambar 4. Mata Gerinda Poles - Grinding Wheel Sponge

 

2. Gerinda Asah Woven

Seperti halnya dengan gerinda asah spons, gerinda asah woven (Non woven nylon wheel) juga berfungsi untuk menghaluskan dan mengkilapkan, namun perbedaan terbesarnya disini adalah pada medianya. Jika gerinda asah spons untuk material bebatuan, gerinda asah woven berfungsi untuk mengikis serta mengkilapkan pada permukaan logam, khususnya pada Stainless steel dan Alumunium.

Penggunan Gerinda asah woven pada pengerjaan logam berfungsi sebagai proses finishing, bukan sebagai polishing/pengkilap karena pada proses pengerjaannya sedikit mengikis dari permukaan logam tersebut, walaupun sangat tipis. 

Gambar 4.1 Mata Gerinda Asah Woven

 

Salah satu produk yang sangat dibutuhkan untuk proses finishing adalah kain poles, atau biasa disebut dengan “Polishing wool”. Produk ini, berfungsi sebagai pengkilap dari tampilan produk yang menggunakan cat clear coat. “Polishing wool” bekerja dengan cara mengoleskan cairan poles/wax datau cairan penghilang goresan pada cat mobil dengan selanjutnya menggerakkan secara lembut produk pengkilap dan perawatan mobil tersebut.

Penggunaan “Polishing wool” berpasangan dengan Polishing pad, agar menghasilkan daya tekan pemolesan yang baik, lembut agar hasil yang diberikan maksimal. Cara penggunaan polishing pad, adalah dengan memasukkan kain polishing ke dalam rubber pad, dan selanjutnya mesin bor dapat disetting kecepatannya agar menghasilkan permukaan yang rata. Selain itu, penggunaan produk cairan kimia adiktif untuk kendaraan juga wajib dilakukan agar menghasilkan kilau mobil maksimal.

Gambar 4.2 Mata Poles Pad Kain Wol

Dengan segala keunggulan serta fungsinya, tidak salah jika gerinda tangan adalah salah satu power tools yang wajib Anda miliki untuk kegiatan sehari-hari (selain mesin bor). Tidak harus menjadi profesional untuk menggunakan gerinda tangan.

 
  

Dapatkan Penawaran Terbaik dari Kami