SHOPPING CART (0) 0
Semua Kategori
Hubungi Kami +6221 260 719 22
Manakah yang Lebih Bagus, Rantai Biasa, O-Ring, atau X-Ring

Manakah yang Lebih Bagus, Rantai Biasa, O-Ring, atau X-Ring

19 Nov 2018
Perkakas

Rantai merupakan salah satu jenis penggerak pada sepeda motor selain belt dan shaft. Komponen ini ternyata memiliki jenis yang bervariasi.

Secara umum, ada 2 jenis rantai, yaitu dengan ring atau tanpa ring. Ring atau cincin itu biasanya terbuat dari bahan karet dan berada di antara lempengan mata rantai. Jenisnya pun ada 2, yakni O-ring dan X-ring.

Lantas apa perbedaan antara ketiganya?

1. Rantai tanpa ring

Illustrasi Gambar Rantai Tanpa Ring

 

Rantai ini merupakan jenis yang paling umum ditemui. Pasalnya, harga jual yang dipatok terbilang paling murah dari ketiga jenis tersebut karena tidak dilengkapi ring.

Namun, jenis ini justru yang paling lemah. Karena lempengan mata rantai saling bergesekan, alhasil tidak ada tempat bagi pelumas untuk diam.

Karena itulah rantai tanpa ring butuh dilumasi secara berkala. Usianya pun terbilang pendek karena cepat aus akibat gesekan dua lempengan tersebut.

 

2. Rantai O-ring

Illustrasi Gambar Rantai O-ring

 

Seperti namanya, jenis ini memiliki cincin yang berbentuk layaknya huruf O, atau melingkar. Dibanding rantai tanpa ring, jenis ini terbilang lebih awet. Pasalnya, ring berfungsi sebagai seal untuk menjaga pelumas tetap berada di antara dua lempengan mata rantai.

Meski demikian, pelumasan tersebut terjadi di dalam mata rantai, sehingga bagian luar tetap perlu dilumasi secara berkala.

Selain harga yang lebih mahal dari rantai biasa, kemungkinan kedua logam mata rantai untuk bergesekan masih ada meski menggunakan rantai O-ring. Cincin karet akan menjadi pipih dan membuat kedua logam bergesekan ketika terjadi pemampatan akibat tekanan.

 

Illustrasi Gambar pemampatan akibat tekanan 

 

3. Rantai X-ring

Illustrasi Gambar Rantai X-ring

 

Dari ketiganya, rantai X-ring merupakan jenis yang paling baik. Namun, karena kemampuannya, rantai x-ring merupakan varian yang paling mahal.

Fungsinya sama seperti rantai O-ring, yaitu untuk menjaga bagian dalam rantai tetap terlumasi dengan baik.

Yang membedakan ialah bentuknya yang menyerupai huruf X membuat cincin ini tidak menjadi pipih tapi justru terpilin. Hal ini membuat kedua logam tidak akan bergesekan ketika terjadi pemampatan.

Karena kemampuan tersebut, tak heran jika harga jualnya terbilang mahal. Bahkan, rantai X-ring juga diterapkan pada beberapa ajang balap, termasuk WSBK dan MotoGP.

Sumber (www.Otoasia.com)


Dapatkan Penawaran Terbaik dari Kami